Moehamad Dheny Permana
| 20 Juli 2026, 16:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)
AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan berbagai capaian positif yang berhasil diraih oleh jajaran pemerintahannya dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir.
Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran menteri, Prabowo menyoroti banyaknya persoalan serta kendala mendasar negara yang berhasil dituntaskan secara bertahap oleh seluruh jajaran kabinet.
"Dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan,” kata Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Dorong Percepatan Program Pembangunan
Dia menyebutkan, berdasarkan kalkulasi data terbaru, ada lebih dari seratus masalah penting yang berhasil dirampungkan selama 18 bulan masa kepemimpinannya.
"Mungkin hitungan kita terakhir, lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," tuturnya.
Kendati berhasil mencatatkan berbagai hasil yang signifikan, Mantan Menteri Pertahanan itu meminta seluruh jajarannya untuk tetap membumi dan tidak jemawa.
"Kita rendah hati, kita tidak mau, menepuk-nepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya, watak bangsa kita: ojo dumeh," ucapnya.
Baca Juga: Istana Minta Nama Prabowo Tak Dikaitkan dengan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Meski begitu, Prabowo menggarisbawahi bahwa setiap hasil kerja keras dan prestasi tetap perlu diakui sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas serta harga diri bangsa.
Dia juga mengingatkan pentingnya sikap dewasa suatu negara dalam melihat setiap dinamika, baik tantangan yang berat maupun keberhasilan yang telah dicapai.
"Kalau kita berprestasi, kita akui bahwa kita berprestasi. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita, kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri," ungkapnya.