Elephants

PPG Sekolah Pascasarjana UNP dampingi guru SMPN 7 Padang perkuat Digital Pedagogy melalui pembelajaran mendalam

October 3, 2026

Padang (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pendampingan Penguatan Digital Pedagogy melalui Pembelajaran Mendalam untuk Optimalisasi Kelas Digital di SMP Negeri 7 Padang".

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital di sekolah.

Program pengabdian yang digelar Jumat, (2/10) tersebut, diketuai Dr. Andromeda, M.Si., dengan anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Yerimadesi, S.Pd., M.Si.; Prof. Dr. Oriza Candra S.T., M.T.; Ifan Rivaldo, M.Pd.; Dr. Syaiful Islami, S.Pd., M.Pd.T.; serta Margarita Claudya Maida, S.Pd., M.Si., Ph.D.

Pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa PPG sebagai anggota yaitu Nurmiati Fitri, S.Pd, dan Alda Cintya Prawita, S.Pd. Sementara itu, kegiatan pendampingan menghadirkan Dr. Zonalia Fitriza, M.Pd. sebagai pemateri.

Ketua Tim Pengabdian, Andromeda mengatakan pelatihan ini dilatarbelakangi karena semakin pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

"Transformasi digital di bidang pendidikan tidak hanya menuntut guru memiliki kemampuan menggunakan perangkat dan platform digital, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan strategi pedagogis yang tepat," katanya di Padang, Sabtu.

Melalui kegiatan pendampingan ini, guru SMP Negeri 7 Padang mendapatkan penguatan mengenai konsep digital pedagogy, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip-prinsip pedagogis, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kolaboratif, kontekstual, dan bermakna.

Materi yang disampaikan Dr. Zonalia Fitriza, M.Pd. juga mengaitkan pemanfaatan teknologi dengan konsep pembelajaran mendalam (deep learning). Pembelajaran mendalam diarahkan agar peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami konsep secara lebih komprehensif, menghubungkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata, melakukan refleksi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah.

Para guru juga memperoleh pendampingan dalam mengoptimalkan kelas digital, sebagai lingkungan pembelajaran yang mendukung interaksi antara guru dan peserta didik.

Pemanfaatan teknologi diarahkan agar tidak sekadar menjadi pelengkap proses pembelajaran, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Menurut Dr. Andromeda transformasi digital dalam pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi pedagogis guru.

“Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus memiliki tujuan pedagogis yang jelas. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang membuat peserta didik aktif, berpikir mendalam, berkolaborasi, dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan permasalahan nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Yerimadesi, S.Pd., M.Si., salah seorang anggota tim pengabdian, menyampaikan bahwa optimalisasi kelas digital perlu diarahkan pada terciptanya ekosistem pembelajaran yang aman, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.

“Teknologi seharusnya tidak menjadi tujuan akhir dalam pembelajaran. Teknologi harus digunakan sebagai sarana untuk memperkuat proses belajar, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, guru SMP Negeri 7 Padang diharapkan mampu mengembangkan dan menerapkan rancangan pembelajaran digital yang mengintegrasikan prinsip digital pedagogy dan pembelajaran mendalam.

Pendampingan juga diharapkan dapat mendorong guru untuk terus melakukan inovasi dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi Program Studi Pendidikan Profesi Guru Sekolah Pascasarjana UNP terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Penguatan kompetensi guru dan optimalisasi pembelajaran digital diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan tuntutan perkembangan teknologi.

Selain SDG 4, kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya melalui pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penerapan digital pedagogy mendorong sekolah untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inovasi pendidikan dan pengembangan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan era digital.

Kegiatan tersebut juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah. Kolaborasi antara Program Studi PPG Sekolah Pascasarjana UNP dengan SMP Negeri 7 Padang menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pihak SMP Negeri 7 Padang memberikan respons positif terhadap kegiatan pendampingan yang dilaksanakan oleh tim PkM PPG Sekolah Pascasarjana UNP.

Kepala SMPN 7 Padang, Fitria Yenira, S.Si., menyampaikan apresiasi karena kegiatan tersebut memberikan penguatan yang sesuai dengan kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan pembelajaran berbasis teknologi.

Menurut pihak sekolah, pendampingan digital pedagogy memberikan perspektif baru bagi guru bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi digital, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dirancang untuk mendukung tujuan pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pendampingan dari Universitas Negeri Padang. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini. Guru mendapatkan pemahaman bahwa kelas digital bukan hanya menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mendukung peserta didik untuk berpikir lebih mendalam,” katanya.

Pihak sekolah berharap kerja sama dengan Program Studi PPG Sekolah Pascasarjana UNP dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, maupun kolaborasi inovasi pembelajaran lainnya.

Kegiatan PkM ini sekaligus memperkuat sinergi antara Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang dan SMP Negeri 7 Padang dalam mendukung transformasi pendidikan. Dengan penguatan kompetensi digital pedagogy, penerapan pembelajaran mendalam, serta pemanfaatan kelas digital secara optimal, kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs, terutama SDG 4, SDG 9, dan SDG 17.

Ke depan, hasil pendampingan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga tercipta budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital yang semakin kuat di lingkungan SMP Negeri 7 Padang.