Liputan6.com, Amsterdam - Power bank yang terbakar di dalam penerbangan KLM dari Amsterdam menuju Curacao pada Kamis (17/9/2026) dilaporkan milik mantan CEO maskapai tersebut, Camiel Eurlings. RTL Nieuws menyebut informasi itu dikonfirmasi oleh sejumlah sumber yang berada di dalam pesawat dan mengetahui insiden tersebut.
Kebakaran terjadi dalam penerbangan KL735 dari Bandara Schiphol, Amsterdam, menuju Willemstad, ibu kota Curacao. Insiden itu membuat pilot memutuskan berbalik arah ketika pesawat sudah berada di atas Samudra Atlantik.
Pesawat akhirnya kembali mendarat dengan selamat di Schiphol sekitar pukul 20.40 waktu setempat.
Menurut seorang penumpang yang duduk tidak jauh dari Eurlings dan menyaksikan kejadian tersebut, power bank itu sedang diisi daya ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan.
Api kemudian muncul di sekitar kursi di kelas bisnis. Awak kabin segera bertindak dan berhasil memadamkannya.
Sejumlah saksi mengatakan Eurlings sedang tertidur ketika kejadian berlangsung dan terbangun akibat suara ledakan tersebut.
KLM belum mengonfirmasi bahwa power bank itu memang milik Eurlings. Maskapai mengatakan tidak dapat mengungkap siapa saja penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut karena alasan privasi.
KLM juga masih menyelidiki penyebab kejadian, termasuk memastikan apakah power bank tersebut memang sedang diisi daya saat terbakar.
Informasi mengenai korban luka sempat berbeda. Dalam laporan awal RTL Nieuws, KLM menyatakan tidak ada penumpang yang terluka. Namun, dalam laporan lanjutan, sejumlah sumber mengatakan kepada RTL Nieuws bahwa Eurlings mengalami luka ringan. NOS juga melaporkan seorang pria mengalami luka bakar.
KLM tidak mengonfirmasi apakah orang yang mengalami luka tersebut adalah Eurlings.
Sebanyak 322 penumpang kemudian mendapat penginapan di hotel dengan biaya ditanggung KLM. Mereka diberangkatkan kembali menuju Curacao menggunakan pesawat lain pada Jumat (18/9).
Insiden tersebut terjadi di tengah aturan ketat KLM terkait penggunaan power bank di dalam pesawat. Maskapai melarang penumpang menggunakan maupun mengisi daya power bank selama penerbangan.
Berdasarkan ketentuan KLM, setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua power bank. Perangkat tersebut harus tetap berada bersama penumpang dan tidak boleh disimpan di kompartemen bagasi di atas kursi.
Power bank dengan baterai lithium berkapasitas hingga 100 Wh diperbolehkan dibawa ke dalam kabin. Sementara itu, baterai berkapasitas antara 100 Wh dan 160 Wh memerlukan izin terlebih dahulu dari KLM.