Elephants

Pontianak perluas tabur eco enzyme guna perbaiki kualitas air - ANTARA News Kalimantan Barat

July 18, 2026

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup memperluas program penaburan eco enzyme ke sejumlah kawasan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya perbaikan kualitas air di lokasi yang telah menjadi sasaran program.

"Upaya tersebut akan dikembangkan menjadi gerakan massal dengan melibatkan sekolah, pelaku usaha, hingga masyarakat, di setiap kecamatan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono di Pontianak, Sabtu.

Dia mengatakan hasil evaluasi penaburan eco enzyme di Jalan Alianyang dan Jalan Pangeran Natakusumah menunjukkan penurunan tingkat pencemaran pada badan air.

"Berdasarkan hasil yang kami peroleh, penaburan eco enzyme ini berhasil mengurangi tingkat polutan di badan air. Kadar oksigen meningkat sehingga ikan bisa hidup, bakteri dan nitrat berkurang, lumpur juga menurun, bahkan logam berat tidak lagi terdeteksi," tuturnya.

Menurut dia, hasil tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Pontianak untuk melanjutkan program penaburan eco enzyme di kawasan Parit Tokaya sebagai lokasi berikutnya. Pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat agar upaya menjaga kualitas lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Pak Wali Kota memerintahkan agar setelah kegiatan ini kita lanjutkan ke Parit Tokaya. Kami akan berkonsolidasi dengan guru, sekolah, pelaku usaha, hingga pedagang agar bersama-sama menjaga kualitas lingkungan di kawasan tersebut," ujarnya.

Selain memperluas lokasi penaburan, DLH juga mendorong masyarakat memproduksi eco enzyme secara mandiri dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

Menurut Syarif, bahan yang dibutuhkan relatif sederhana yakni satu liter molase atau gula merah, tiga kilogram kulit buah, dan 10 liter air hujan yang difermentasi selama tiga bulan.

Ia menilai pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme tidak hanya membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas air di saluran drainase maupun badan air perkotaan.

Karena itu DLH menargetkan program tersebut berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat secara luas, mulai dari lingkungan sekolah, pelaku usaha, hingga warga di tingkat kelurahan.

"Ini harus menjadi gerakan massal dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh masyarakat mengolah kulit buah menjadi eco enzyme, kemudian menaburkannya di saluran air di depan rumah sebagai langkah sederhana menjaga lingkungan," kata Syarif.

Pemkot Pontianak berharap semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi eco enzyme dapat mendukung upaya pengendalian pencemaran lingkungan, sekaligus mewujudkan kualitas air yang lebih baik di berbagai kawasan kota.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.