Kota Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung melakukan autopsi terhadap jasad Siti Maemunah (41) untuk memastikan penyebab kematian korban yang ditemukan terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani, Kota Bandung.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel tubuh korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
“Kita masih menunggu hasil otopsi dan hasil lab ya untuk mengetahui penyebab pasti kematian ya, karena saya tidak bisa berasumsi, kita harus benar-benar scientific investigation,” kata Anton di Bandung, Rabu.
Anton mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka berinisial SDS membantah melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Namun, tersangka mengakui adanya upaya untuk menyembunyikan kematian korban dengan membungkus jasadnya dan berencana membuangnya.
“Dia tidak mengakui dia melakukan kekerasan menurut dia ya. Tapi memang dia ada upaya untuk menutupi kematian dari korban ya, dengan cara ketika korban meninggal menurut dia, dia membungkus korban dan berencana akan membuang mayatnya,” ujarnya.
Dalam penyelidikan, polisi juga mengungkap hubungan antara korban dan tersangka memiliki hubungan asmara.
“Ya, kalau hubungan antara korban dengan pelaku, memang mereka pacaran. Ya, mereka pacaran. Seperti itu, dan memang korban itu tinggal di kosannya si tersangka. Dia (korban) udah sebulan tinggal di situ,” katanya.
Anton mengatakan polisi belum dapat menyimpulkan motif dalam kasus tersebut. Namun, penyidik menemukan fakta sementara bahwa sejumlah barang milik korban diduga diambil dan dijual oleh tersangka.
“Fakta-fakta kita bisa temukan ya bahwa ada barang-barang korban yang diambil dan dijual sama si pelaku,” ujarnya.
Sebelumnya, jasad Siti Maemunah (41), warga Bandar Lampung, ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9).
Polisi kemudian menangkap SDS di wilayah Banten ketika tersangka diduga hendak melarikan diri menuju Palembang menggunakan bus.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.