Elephants

Polres Wonosobo gandeng Muhammadiyah jaga kamtibmas jelang Pilkades 2026

September 2, 2026

Polres Wonosobo gandeng Muhammadiyah jaga kamtibmas jelang Pilkades 2026

Rabu, 2 September 2026 15:36 WIB

Image Print

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja bersama Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Wonosobo foto bersama. ANTARA/HO - Polres Wonosobo

Wonosobo (ANTARA) - Kepolisian Resor Wonosobo menggandeng Muhammadiyah untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilkades Serentak 2026 di 166 desa pada 25 November 2026.

"Sinergi antara fungsi preemtif kepolisian dan peran Muhammadiyah sangat kuat. Jika polisi bertugas meningkatkan daya tangkal kejahatan, Muhammadiyah mengambil peran luar biasa dalam menjaga akhlak dan mencerdaskan kehidupan umat guna membendung potensi kriminalitas," kata Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja di Wonosobo, Rabu.

Ricky mengatakan keberhasilan pelaksanaan Pilkades tidak hanya ditentukan kesiapan personel keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

Menurut dia, perbedaan pilihan politik di tingkat desa menjelang Pilkades harus disikapi secara dewasa karena merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarmasyarakat.

Karena itu, Polres Wonosobo terus mendorong pendekatan preemtif dan preventif dengan memperkuat komunikasi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

"Kita ingin Pilkades ini menjadi pesta demokrasi di tingkat desa. Jangan sampai perbedaan pilihan kemudian merusak persaudaraan, kerukunan, dan keamanan yang sudah terbangun," katanya.

Selain persoalan Pilkades, Kapolres menyoroti tantangan di era digital, terutama penyebaran hoaks, disinformasi, dan polarisasi melalui media sosial yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan menjelang hingga setelah pelaksanaan Pilkades.

Untuk itu, kata dia, peran tokoh agama penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kapolres berharap pesan keamanan dan ketertiban masyarakat serta pentingnya menjaga persatuan menjelang Pilkades terus disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan dan dakwah kepada masyarakat.

"Harapan kami, melalui para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, pesan-pesan kesejukan ini bisa terus disampaikan. Siapa pun pilihannya nanti, setelah Pilkades kita tetap bersaudara dan bersama-sama membangun Wonosobo," katanya.

Ia mengatakan menjaga keamanan Pilkades bukan semata-mata tugas kepolisian. Masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, panitia pemilihan, dan seluruh pihak memiliki peran sesuai kapasitas masing-masing.

Melalui sinergi tersebut, Polres Wonosobo bersama Muhammadiyah berkomitmen turut menciptakan Pilkades Serentak 2026 yang aman, damai, demokratis, dan bermartabat serta menjaga kondusivitas Kabupaten Wonosobo selama seluruh tahapan berlangsung.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo Bambang WEN menyampaikan kesiapan Muhammadiyah untuk terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Ia menuturkan peran tersebut dilakukan melalui dakwah, pembinaan umat, penguatan karakter masyarakat di lingkungan masjid dan ratusan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta upaya bersama menangkal paham radikalisme dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Baca juga: Polres Wonosobo mengecek kesiapan personel pengamanan Pilkades

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.