Ambon (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mengerahkan 92 personel gabungan mengamankan pertikaian antara warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Jumat (11/9), sehingga situasi di kedua desa tersebut berangsur kondusif.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, di Ambon, Sabtu, mengatakan personel gabungan yang diterjunkan terdiri atas personel Polres SBB, Polsek Taniwel, Polsek Taniwel Timur, Brimob serta Koramil Taniwel.
“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” kata Rositah.
Ia mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk mencegah warga dari kedua desa kembali berhadapan dan mengantisipasi agar pertikaian tidak berkembang lebih luas.
“Yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu, personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” ujarnya.
Kapolres SBB AKBP Revindo Pradikta Rulando mengatakan personel gabungan melakukan penyekatan dan memisahkan konsentrasi massa serta mengimbau masyarakat agar kembali ke desa masing-masing.
“Kami bersama unsur TNI dan pemda langsung melakukan penyekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar kembali ke desa masing-masing. Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami dorong ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi,” katanya.
Selain melakukan pengamanan, aparat juga membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa untuk membantu meredam ketegangan.
“Kami terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kedua desa agar bersama-sama membantu menenangkan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” jelasnya.
Berdasarkan laporan yang diterima aparat, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT ketika terjadi kebakaran di area kebun milik salah seorang warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel.
Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan kebakaran. Setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, sekitar pukul 16.00 WIT sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak.
Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya sehingga situasi sempat terkendali.
Namun, sekitar pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi antara warga kedua desa dan berujung pada pembakaran rumah warga Desa Patahuwe.
Aparat kemudian melakukan penyekatan dan pengamanan untuk mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu.
Polisi juga memperkuat penjagaan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tidak terlibat dalam pertikaian.
Penanganan situasi dilakukan dengan mengedepankan langkah terukur, pencegahan eskalasi, perlindungan masyarakat dan pendekatan persuasif.
“Situasi sudah kondusif. Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegas Revindo.
Ia meminta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat di kedua desa turut menjaga situasi agar tetap aman.
Ia memastikan kepolisian terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Personel gabungan masih disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan.
Sementara itu, aparat masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terbakar dan perkembangan situasi di lapangan.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.