Elephants

Polisi kantongi dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan maut pedagang cermin di Pejompongan - ANTARA News Bengkulu

September 2, 2026

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengantongi dua sketsa wajah laki-laki yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan atau penganiayaan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dalam peristiwa kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8).

"Didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu.

Sketsa pertama menggambarkan seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun. Polisi menyebut laki-laki tersebut memiliki bentuk wajah oval, beralis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, serta kulit berwarna coklat.

Kemudian, sketsa kedua menggambarkan laki-laki yang juga diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun. Ciri-cirinya antara lain bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, memiliki kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, serta warna kulit coklat.

Adapun Polda Metro Jaya telah menetapkan 47 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan kerusuhan baik perusakan fasilitas umum dan penganiayaan yang terjadi saat aksi penyampaian pendapat di Jakarta.

Baca juga: Pemprov DKI sayangkan beberapa CCTV dirusak saat aksi unjuk rasa

Kerusuhan pada 27 Agustus 2026 itu terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya di depan Gedung DPR-MPR RI dan kawasan Pejompongan.

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa 14 orang saksi. Keterangan para saksi tersebut digunakan untuk mengungkap rangkaian peristiwa.

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap video dari beberapa titik CCTV, maupun video atau konten di media sosial yang terkait peristiwa hukum, serta memiliki hubungan dengan keterangan saksi atas dugaan tindak pidana yang terjadi.

Sebelumnya, pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan (59) diketahui meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat terjadi kericuhan pada Kamis (27/8) malam.

Baca juga: Massa aksi mulai membubarkan diri dari depan gedung DPR

Bambang diketahui berada di Rumah Sakit (RS) Polri, seperti diceritakan oleh istrinya, Sudarsi (56).

Sudarsi mengatakan pada Kamis (27/8) sore, ia masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Biasanya, pasangan tersebut baru menutup tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun, karena melihat massa mulai berdatangan, Sudarsi meminta Bambang agar menutup tempat usahanya lebih awal.

"Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa sudah banyak, tutup'," kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.