Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan meningkatkan deteksi dini, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan seluruh jajaran siap merespons cepat setiap potensi kebakaran di wilayah Maluku.
“Kita harus memastikan seluruh jajaran memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi potensi Karhutla. Penanganan tidak boleh menunggu api membesar. Setiap indikasi harus segera direspons melalui deteksi dini, koordinasi, dan tindakan cepat di lapangan,” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, di Ambon, Minggu.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakapolda Maluku saat mengikuti video conference bersama Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol Dedy Prasetyo terkait arahan penanganan dan antisipasi Karhutla secara nasional di Mapolda Maluku.
Kegiatan itu diikuti Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, Kepala Basarnas Provinsi Maluku, Kepala BMKG Maluku, pejabat utama Polda Maluku, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku.
Dalam arahannya, Wakapolri meminta seluruh jajaran Polda dan Polres meningkatkan kesiapsiagaan serta tidak menunggu kebakaran meluas sebelum melakukan penanganan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Arif mengatakan kesiapsiagaan harus dibangun melalui pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, kesiapan personel dan sarana pendukung, serta koordinasi dengan seluruh instansi terkait.
Menurut dia, karakteristik wilayah kepulauan di Maluku memerlukan pola penanganan yang cepat dan adaptif agar setiap kejadian dapat segera dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BMKG, Basarnas, DLH, dan instansi terkait lainnya dalam memperkuat mitigasi, pemantauan kondisi lingkungan, hingga penanganan di lapangan.
“Karhutla bukan persoalan satu institusi. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus berjalan sejak tahap pencegahan sampai penanganan,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan Polda Maluku telah menindaklanjuti arahan Wakapolri dengan memperkuat koordinasi bersama instansi terkait sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanganan Karhutla.
Menurut dia, keterlibatan berbagai instansi dalam penanganan Karhutla menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif agar setiap informasi mengenai potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
“Polda Maluku berkomitmen memperkuat langkah pencegahan melalui deteksi dini, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan personel. Setiap informasi mengenai potensi maupun kejadian Karhutla harus segera ditindaklanjuti sehingga penanganannya tidak terlambat,” katanya.
Rositah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
“Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat menjadi mitra aktif kepolisian. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi Karhutla kepada petugas,” ucapnya.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.