Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan mengubah pola pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut, dengan menyasar bara di bawah permukaan tanah menggunakan cairan surfaktan ramah lingkungan, untuk mencegah api kembali muncul.
Metode tersebut diterapkan dengan menyuntikkan cairan surfaktan langsung ke lapisan gambut menggunakan pipa undercooling berlubang, sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan.
“Inovasi ini mampu mendinginkan dan memadamkan bara api secara permanen,” jelasnya saat peninjauan penanganan karhutla di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru.
Menurut Nur Khamid, metode penyuntikan tersebut menjadi penting dalam penanganan lahan gambut karena sumber panas tidak selalu terlihat dari permukaan, sehingga pemadaman api yang tampak belum otomatis menghilangkan bara di dalam tanah.
Efektivitas metode itu dipantau menggunakan drone thermal untuk melihat perubahan suhu lahan setelah cairan surfaktan diaplikasikan langsung ke area yang terbakar.
“Dalam satu menit, cairan surfaktan ramah lingkungan ini dapat mendinginkan lahan gambut yang terbakar,” tuturnya
Selain membantu mendinginkan gambut, cairan surfaktan membentuk lapisan busa di permukaan yang membantu mengurangi akses oksigen menuju sumber bara sehingga potensi api kembali muncul dapat ditekan
Penggunaan metode tersebut juga diharapkan dapat menghemat air dalam proses pemadaman dan pembasahan lahan karena surfaktan dinilai mampu membasahi gambut lebih efektif dibandingkan air biasa.
Waastamaops Polri Irjen Pol Laksana meninjau langsung penerapan inovasi tersebut bersama Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar, Wakapolda Kalsel dan pejabat utama Polda Kalsel sebagai evaluasi penanganan karhutla di lapangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polda Kalsel ubah pola padamkan karhutla dari permukaan ke bawah tanah
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.