Elephants

Polda Jatim bantu pulihkan psikologis warga terdampak gempa di NTT - ANTARA News Jawa Timur

August 24, 2026

Surabaya (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu memulihkan psikologis warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast di Surabaya, Senin mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.

"Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast. 

Bagian Psikologi pada Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat terdampak.

Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.

Menurut Abast, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.

Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain.

"Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyintas," kata Abast.

Pendampingan tidak hanya diberikan kepada anak-anak. Orang tua dan keluarga juga mendapat edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.

Abast menegaskan Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Polda NTT.

“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” katanya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.