Elephants

PLN perkuat koordinasi modifikasi cuaca untuk pasokan listrik PLTA

September 23, 2026
Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif

Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), untuk melaksanakan program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Langkah mitigasi ini merupakan upaya strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di tengah tantangan musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah Darma Metusela melalui keterangannya di Makassar, Rabu menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemda sangat krusial dalam mendukung kelancaran operasi.

"Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal," ujar Darma.

Pelaksanaan TMC ini merupakan proses berkelanjutan yang telah dan terus dilakukan di berbagai lokasi strategis, di antaranya PLTA Bakaru, PLTA Malea dan PLTA Poso. TMC ini melibatkan berbagai pihak antara lain PLN, BPBD, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta jajaran Pemerintah Daerah.

Secara operasional, kegiatan TMC telah sukses direalisasikan di beberapa titik, seperti Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Operasi penyemaian awan di lokasi-lokasi tersebut dilakukan dengan lancar dan terus disesuaikan dengan kondisi observasi atmosfer untuk memaksimalkan potensi pembentukan hujan.

Selain di Sulawesi Tengah, koordinasi pengamanan ketersediaan air juga dilakukan secara proaktif di Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga telah secara resmi meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna menjaga keandalan pasokan listrik, mengingat peran strategis PLTA Malea yang berkapasitas 90 MW.

PLTA Malea sangat bergantung pada ketersediaan debit air dari Sungai Saddang. Oleh karena itu, pelaksanaan TMC difokuskan pada daerah tangkapan air (catchment area) sungai tersebut selama periode Agustus hingga September 2026.

"Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan ketersediaan air bagi operasional pembangkit selama musim kemarau," tambah Darma.

Baca juga: Menteri Bahlil ajak investor kembangkan PLTA Sungai Mamberamo

Baca juga: Bahlil siapkan pembangkit pengganti PLTA Sulsel yang terdampak El Nino

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.