Kediri (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menekankan pentingnya penguatan pembangunan manusia atau human capital untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Arumi mengungkapkan pembangunan manusia perlu mendapat perhatian karena generasi saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan berbagai kemudahan yang tersedia.
"Tantangan tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena mereka tumbuh di tengah berbagai kemudahan dan perkembangan teknologi," katanya di Kediri, Senin.
Arumi saat menghadiri forum sinergi perempuan yang melibatkan TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Perwosi se-Bakorwil I Madiun di Balai Kota Kediri, tersebut berharap forum strategis ini dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi.
Menurut dia, forum ini bisa sebagai ruang untuk melakukan studi banding, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antardaerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman, melakukan studi banding, serta memperkuat kerja sama antardaerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Jawa Timur, kata dia, memiliki jumlah kabupaten/kota yang banyak dengan wilayah luas serta karakter masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut melahirkan pengalaman dan pendekatan yang berbeda di setiap daerah sehingga diperlukan ruang bersama untuk bertukar praktik baik.
"Jadi ibu-ibu bisa studi kasus atau studi banding baik dari PKK, Dekranasda, dan lainnya. Membangun Jawa Timur ini tidak bisa dengan konsep sendiri-sendiri, harus bersama-sama," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga mengapresiasi peluncuran Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK yang dilakukan di Kota Kediri. Menurut dia, sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah kader dalam menjalankan pelaporan kegiatan.
Arumi berharap SIM PKK dapat menyederhanakan mekanisme pelaporan sehingga dapat diakses kader secara lebih mudah.
"Kami TP PKK Provinsi hanya bisa menginisiasi. Semoga ini benar-benar bisa membantu karena buku-buku di PKK ini sangat banyak sekali," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pembangunan manusia harus dimulai dari keluarga.
Ia menilai organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam mendampingi keluarga, menggerakkan kader, membangun kepedulian sosial, dan memperkuat ekonomi rumah tangga.
"Ketika organisasi-organisasi ini bersinergi, manfaatnya akan jauh melampaui batas administrasi sebuah daerah. Kita sedang membangun masyarakat yang lebih sehat, lebih mandiri, lebih berdaya, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman," kata Vinanda.
Forum Sinergi Perempuan TP PKK, DWP, GOW, dan Perwosi se-Bakorwil I Madiun tersebut digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bibit tanaman cabai dan buku saku Krama Kirana, serta pengukuhan pengurus Dekranasda Kota Kediri masa bakti 2025-2030. Ada juga pameran karya UMKM kota setempat.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.