Elephants

PKB Bela Cak Imin, Sindir Gus Yahya Jarang Turun ke Struktur Bawah NU

July 17, 2026

AKURAT.CO Polemik menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin memanas. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membela Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), setelah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyebut Cak Imin tidak memahami dinamika organisasi NU.

Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid menegaskan setiap kader Nahdlatul Ulama memiliki hak untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU mendatang. Namun, ia mengingatkan bahwa mekanisme pencalonan di NU tidak dilakukan melalui deklarasi pribadi, melainkan melalui usulan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

"Kita lihat saja maunya Nahdliyin seperti apa. Siapa pun kader NU berhak untuk maju. Di NU tidak ada tradisi mencalonkan diri, tetapi dicalonkan oleh PWNU dan PCNU," ujar Hasanuddin di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Selain Gus Yahya, Sejumlah Tokoh Mulai Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU

Hasanuddin juga menanggapi pernyataan Gus Yahya yang menyebut Cak Imin belum pernah menjadi pengurus NU di berbagai tingkatan. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia menyebut Cak Imin pernah menjadi Rais Syuriah di tingkat ranting. Karena itu, Hasanuddin menyindir Gus Yahya lebih banyak melihat persoalan dari tingkat elite dibanding memahami dinamika organisasi di akar rumput.

"Kalau Gus Yahya tidak tahu Cak Imin pernah menjadi Rais Syuriah Ranting NU, berarti beliau kurang mengenal struktur di tingkat bawah," katanya.

Sebelumnya, Gus Yahya merespons kritik Cak Imin yang menyebut PBNU memerlukan sosok pemimpin baru karena belum terjadi perubahan signifikan selama lima tahun terakhir. Menurut Gus Yahya, kritik tersebut muncul karena Cak Imin dinilai belum memahami perkembangan organisasi.

Gus Yahya menegaskan selama masa kepemimpinannya PBNU telah melakukan berbagai transformasi, antara lain digitalisasi tata kelola organisasi hingga tingkat cabang dan majelis wakil cabang, penguatan program pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan berbagai inisiatif strategis lainnya.

Ia juga mempersilakan masyarakat maupun warga Nahdlatul Ulama untuk menilai langsung capaian organisasi selama kepemimpinannya.

Baca Juga: Gus Salam Tegaskan Cak Imin Harus Mundur dari PKB Jika Ingin Maju di Muktamar NU

Polemik antara kedua tokoh tersebut terjadi di tengah menghangatnya bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Selain Gus Yahya yang telah menyatakan siap maju kembali, sejumlah nama lain juga mulai diperbincangkan sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU, sehingga dinamika menjelang muktamar diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa pekan mendatang.