Elephants

Pilates vs Yoga: Apa bedanya dan mana yang cocok untuk pemula?

September 15, 2026

Jakarta (ANTARA) - Pilates dan yoga kini semakin populer sebagai pilihan olahraga yang tidak selalu menuntut gerakan berintensitas tinggi. Keduanya sama-sama mengandalkan kontrol gerakan, pernapasan, keseimbangan, dan kesadaran terhadap tubuh.

Meski sekilas terlihat mirip, Pilates dan yoga sebenarnya memiliki fokus yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut bisa membantu pemula menentukan latihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Pilates lebih fokus pada kekuatan inti tubuh

Pilates merupakan latihan yang banyak menekankan penguatan otot inti atau core, kontrol gerakan, postur, serta keseimbangan tubuh. Gerakannya umumnya dilakukan secara terkontrol dan berulang dengan memperhatikan posisi tubuh serta teknik pernapasan.

Latihan Pilates dapat dilakukan di atas matras atau menggunakan alat tertentu, seperti resistance band dan reformer. Namun, pemula tidak selalu harus langsung menggunakan alat karena latihan matras atau mat Pilates juga dapat menjadi pilihan untuk mengenal gerakan dasar.

Baca juga: Mengenal yoga "made in Indonesia" yang sarat filosofi Jawa

Harvard Health menyebut mat Pilates terdiri dari kombinasi peregangan, penguatan, dan latihan core. Latihan ini juga dikaitkan dengan peningkatan keseimbangan dinamis, kekuatan tubuh bagian bawah, serta fleksibilitas pada area punggung bawah dan pinggul.

Karena banyak gerakannya berpusat pada otot inti dan kontrol tubuh, Pilates bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin membangun kekuatan sekaligus memperbaiki kualitas gerakan sehari-hari.

Yoga lebih luas karena menggabungkan gerakan dan relaksasi

Yoga memiliki cakupan yang lebih luas. Selain gerakan atau pose tubuh, yoga juga menggabungkan teknik pernapasan, konsentrasi, dan pada sejumlah jenis latihan terdapat unsur meditasi.

Dalam praktik modern, yoga memiliki banyak variasi. Hatha yoga, misalnya, menggunakan gerakan yang cenderung lebih perlahan dan terkontrol sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang baru mulai. Ada pula jenis yoga dengan gerakan lebih dinamis, sementara restorative yoga memiliki tempo yang lebih santai.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa yoga dapat membantu mengembangkan kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan antara tubuh, gerakan dan pernapasan.

Yoga juga kerap dipilih oleh orang yang ingin mendapatkan manfaat relaksasi. Latihan pernapasan dan perhatian terhadap gerakan dapat membantu seseorang lebih fokus pada kondisi tubuh dan pikirannya selama berlatih.

Baca juga: Cocok untuk pemula, ini 5 gerakan pilates mudah dilakukan di rumah

Lalu apa perbedaan utamanya?

Sederhananya, Pilates lebih menonjolkan aspek penguatan otot, terutama core, serta kontrol dan presisi gerakan. Sementara itu, yoga memiliki penekanan yang lebih kuat pada hubungan antara gerakan, pernapasan, fleksibilitas, keseimbangan dan relaksasi.

Meski demikian, keduanya bukan olahraga yang benar-benar terpisah dalam hal manfaat. Pilates dan yoga sama-sama dapat membantu meningkatkan kesadaran tubuh, postur, fleksibilitas, keseimbangan dan kekuatan.

Perbedaan lainnya terdapat pada variasi latihan. Yoga memiliki banyak aliran dengan karakter yang berbeda-beda, sedangkan Pilates umumnya memiliki rangkaian latihan yang lebih terstruktur dan berfokus pada kontrol gerakan.

Mana yang cocok untuk pemula?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan dan jenis latihan yang paling nyaman dilakukan secara konsisten.

Jika ingin lebih banyak berfokus pada penguatan core, kontrol gerakan dan postur, Pilates dapat menjadi pilihan menarik. Sebaliknya, jika ingin menggabungkan latihan fisik dengan peregangan, latihan pernapasan dan relaksasi, yoga bisa dicoba.

Untuk pemula yang belum pernah melakukan keduanya, kelas dengan label beginner, gentle atau dasar dapat menjadi titik awal. Cleveland Clinic juga menyarankan pemula memulai yoga dengan gerakan dasar dan meningkatkan tingkat latihan secara bertahap.

Tidak perlu memaksakan diri untuk langsung mengikuti gerakan yang sulit. Rasa tidak nyaman ringan bisa saja muncul ketika tubuh mulai beradaptasi, tetapi latihan seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Jika terasa sakit, gerakan sebaiknya dihentikan dan tekniknya dievaluasi.

Baca juga: Mengenal pilates, olahraga kekuatan dan keseimbangan yang lagi tren

Baca juga: Hal yang perlu diketahui sebelum mulai pilates

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.