Elephants

Perumnas kembangkan hunian bersubsidi dengan konsep TOD di Kemayoran

August 7, 2026

Jakarta (ANTARA) - Perum Perumnas mengembangkan hunian subsidi Samesta Alonia di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan konsep transit oriented development (TOD) untuk memperkuat konektivitas masyarakat terhadap transportasi publik dan pusat aktivitas ekonomi.

Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan di Jakarta, Jumat, mengatakan konsep tersebut memungkinkan penghuni menjangkau berbagai moda transportasi umum tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

"Melalui model pembangunan ini kami berharap masyarakat bisa hidup lebih nyaman, dekat dengan berbagai transportasi publik dan pusat ekonomi," kata Imelda.

Imelda mengatakan, Samesta Alonia menjadi proyek TOD keempat yang dikembangkan Perumnas setelah kawasan Tanjung Barat, Serpong dan Universitas Indonesia (UI), yang masing-masing telah mencatat tingkat keterisian mendekati 90 persen.

Ia menjelaskan kawasan Kemayoran dipilih karena memiliki akses menuju pusat perkantoran, fasilitas pendidikan, rumah sakit, jalan tol, serta berada sekitar 400 meter dari stasiun kereta sehingga masih memenuhi konsep kawasan berorientasi transit.

Untuk memperkuat konektivitas, Perumnas juga telah memulai pembahasan dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) guna membangun halte di depan kawasan hunian tersebut.

Baca juga: Perumnas mulai bangun rumah susun bersubsidi di Kemayoran

"Nanti ke depannya kami sudah menginisiasi pembicaraan dengan Transjakarta untuk membangun halte di depan kawasan. Karena lokasinya juga sekitar 400 meter dari stasiun KAI terdekat, sehingga masih masuk kawasan TOD," ujar Imelda.

Selain akses transportasi, kawasan itu akan dilengkapi jaringan listrik PLN, gas PGN, layanan internet berbasis smart home serta area komersial yang mendukung aktivitas penghuni.

Imelda mengatakan konsep TOD diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat karena waktu tempuh menuju tempat kerja maupun fasilitas publik menjadi lebih efisien.

Perumnas juga berencana memperluas pembangunan kawasan TOD di berbagai lokasi lain apabila memperoleh dukungan lahan dan pendanaan, termasuk di kawasan Pasar Jumat, Jurangmangu bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta Pulogebang.

Dia menambahkan, pengembangan hunian vertikal di sekitar simpul transportasi menjadi salah satu strategi untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus menjaga agar masyarakat, khususnya pekerja muda, tetap dapat tinggal di dalam kota dengan akses transportasi massal yang memadai.

"Kita lihat bahwa memang harusnya peran perumahan itu ke depan seperti itu. Bahwa kita menjaga supply demand dari perumahan itu sendiri. Nanti kita bisa bangun di daerah-daerah yang kekurangan pasokan perumahan," katanya.

Baca juga: Perumnas hadirkan solusi hunian terjangkau di tengah kota

Baca juga: Kadin-Perumnas teken kerja sama penguatan ekosistem perumahan

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.