Jakarta (ANTARA) - Perum Perumnas membuka peluang kolaborasi strategis melalui kerja sama dengan PT Informasi Geo Sistem (IGS) untuk pengembangan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui proyek revitalisasi Rumah Susun Kebon Kacang di Jakarta Pusat.
Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan kolaborasi dengan berbagai mitra merupakan bagian dari strategi Perumnas untuk mempercepat optimalisasi aset sekaligus menghadirkan pengembangan hunian yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Kami menyambut baik kerja sama antara Perumnas dan PT Informasi Geo Sistem ini. Kami juga berharap keterlibatan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group dapat membuka perspektif dan peluang baru dalam pengembangan aset Perumnas, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional Perumnas di bidang pembangunan infrastruktur dan kawasan perumahan," ujar Imelda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dalam kolaborasi tersebut, IGS berperan sebagai fasilitator dalam penjajakan calon investor asing, yaitu Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group untuk mendukung pengembangan proyek revitalisasi di lahan Perumnas.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang masuknya investasi dari berbagai mitra internasional, sehingga pengembangan kawasan hunian dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Salah satu proyek yang menjadi bagian dari penjajakan tersebut adalah Revitalisasi Rumah Susun Kebon Kacang di Jakarta Pusat. Kawasan Kebon Kacang memiliki akses yang strategis terhadap berbagai pusat kegiatan ekonomi dan transportasi publik, termasuk koridor Thamrin-Sudirman, Halte Thamrin, MRT Bundaran HI dan Dukuh Atas, serta Stasiun Tanah Abang.
Saat ini, kawasan tersebut terdiri atas 8 blok low-rise dengan 632 unit hunian dan sekitar 2.400 penghuni. Melalui rencana revitalisasi, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi lebih dari 2.700 unit hunian yang diperuntukkan bagi MBR.
Optimalisasi lahan yang telah berada di kawasan perkotaan strategis memungkinkan penyediaan hunian dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur dan konektivitas yang telah tersedia, sekaligus membuka peluang terciptanya kawasan hunian yang lebih produktif.
Revitalisasi kawasan hunian merupakan salah satu upaya memperkuat perannya sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah dalam mendukung program 3 Juta Rumah bagi MBR melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Peran Perumnas dalam mendukung agenda penyediaan perumahan nasional semakin diperkuat dengan ditetapkannya 14 lokasi proyek Perumnas sebagai proyek strategis nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026.
Lokasi tersebut tersebar di berbagai wilayah dan mencakup beberapa jenis pengembangan, mulai dari kawasan perumahan skala besar, hunian berbasis transit oriented development (TOD), hunian vertikal perkotaan, hingga revitalisasi kawasan hunian.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perumnas untuk menjaga keseimbangan antara mandat pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis, dengan tetap menempatkan penyediaan hunian bagi MBR sebagai bagian penting dalam setiap pengembangan kawasan.
Perumnas berkomitmen untuk terus menjadi bagian penting dalam ekosistem penyediaan perumahan nasional, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan program 3 Juta Rumah bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: ANTARA-Perumnas teken MoU guna perkuat jangkauan informasi perumahan
Baca juga: Perumnas tawarkan 5.000 hunian di Danantara Housing Expo 2026
Baca juga: Wamen PKP sebut Perumnas kembali jadi pemain utama perumahan rakyat
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.