Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero), memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada energi nasional dengan memperkuat tata kelola pengadaan dan pendistribusian ke seluruh Indonesia.
"Dalam melaksanakan proses bisnisnya, baik secara operasional maupun dalam proses pengadaan, Pertamina Patra Niaga menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness (TARIF)," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan yang tak diinginkan saat pengadaan maupun pendistribusian energi di seluruh Indonesia.
Itu semua, kata dia, dilakukan dalam rangka menjamin energi yang dibutuhkan masyarakat dapat tersalurkan dengan baik, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kekurangan pasokan.
"Kami terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kepolisian RI untuk memastikan terwujudnya tata kelola yang transparan, akuntabel, berintegritas, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.
Selain itu, ujar Roberth, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran code of conduct ataupun adanya conflict of interest semua diawasi dengan ketat dan menerapkan TARIF dalam semua pelayanan.
Pertamina Patra Niaga terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak manapun dalam bentuk kemitraan maupun penyedia barang dan jasa sesuai dengan pedoman dan aturan yang berlaku.
"Bagi masyarakat yang menemukan ataupun mengetahui adanya informasi terkait gangguan dan intervensi terhadap perusahaan dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135," kata Roberth menambahkan.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga bersama KPK perkuat tata kelola
Baca juga: Pertamina perketat pengawasan SPBU di Bali antisipasi kecurangan
Baca juga: Pengamat: Pengembangan MNK Pertamina jadi "game changer" migas RI
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.