Elephants

Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Normal Pascakecelakaan Mobil Tangki di Bulungan

July 22, 2026

Bagikan:

BULUNGAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bulungan berjalan normal. Pasca mobil tangki milik mitra transportir mengalami kecelakaan di Jalan Poros Bulungan–Berau KM 30, Jelarai Selor pada Senin 20 Juli malam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengungkapkan, mobil tangki bernomor polisi KU 8196 AU itu mengangkut 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002 Tanjung Selor.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan terjadi saat mobil tangki melintasi ruas jalan berkelok dan berusaha menghindari truk pengangkut kelapa sawit yang mengalami pecah ban di badan jalan," kataf Edi Mangun.

Kemudian, saat melakukan manuver, kendaraan keluar jalur dan menabrak pohon sawit sehingga bagian depan mobil mengalami kerusakan.

"Pertamina langsung melakukan penanganan dengan memprioritaskan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan dan produk, serta memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan," kata Edi.

"Satu orang awak mobil tangki mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan di fasilitas kesehatan terdekat," sambung dia.

Edi mengatakan pihaknya memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan kebocoran maupun tumpahan BBM.

"Pasca kejadian, Pertamina bersama mitra transportir berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan lokasi. Mobil tangki kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan towing menuju SPBU tujuan," ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh muatan berupa 8 KL Pertalite dan 8 KL Biosolar berhasil dibongkar di SPBU tujuan pada Selasa (21/7) pukul 07.00 Wita sehingga pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berlangsung.

"Pertamina juga memastikan stok BBM di SPBU 63.772.002 dalam kondisi aman, yakni Pertamax 7 KL, Pertalite 9 KL, Pertamax Turbo 5 KL, Biosolar 24 KL, dan Dexlite 12 KL. Pengiriman BBM berikutnya juga telah disiapkan untuk menjaga pasokan," jelasnya.

Edi menambahkan, hasil pemeriksaan sebelum keberangkatan menunjukkan kedua awak mobil tangki dalam kondisi sehat dan kendaraan dinyatakan laik jalan dan tidak ditemukan indikasi konsumsi alkohol.

"Berdasarkan data GPS, kecepatan kendaraan saat kejadian berkisar 35–44 kilometer per jam dengan kondisi cuaca cerah dan jalan dalam keadaan baik," tuturnya.

Pertamina bersama mitra transportir akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kendaraan serta evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan distribusi BBM tetap diterapkan.

"Pertamina berkomitmen mengutamakan aspek keselamatan serta memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga," kata Edi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+