Elephants

Pertamina Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan

August 6, 2026

Pertamina Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan

Kamis, 6 Agustus 2026 09:15 WIB

Image Print

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level 1 secara terpadu di Fuel Terminal (FT) Tarakan dan Kantor Regional Pertamina Patra Niaga di Balikpapan, Rabu (5/8). (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan)

Tarakan (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level 1 secara terpadu di Fuel Terminal (FT) Tarakan dan Kantor Regional Pertamina Patra Niaga di Balikpapan, Rabu (5/8).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguji kesiapsiagaan personel, keandalan sarana tanggap darurat, serta koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat sekitar.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan keadaan darurat.

“Simulasi ini menguji kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta kesiapan seluruh unsur dalam menyelamatkan korban, melindungi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan energi,” ujar Edi.

Simulasi mengangkat skenario gangguan saat penerimaan Pertalite dari kapal menuju tangki T-06 yang berlangsung bersamaan dengan pekerjaan perbaikan tangki T-05. Gangguan tersebut diskenariokan memicu pelepasan uap atau vapour release, flash, dan tumpahan BBM di area tangki.

Menanggapi kondisi tersebut, petugas segera mengaktifkan alarm, menghentikan sementara kegiatan operasional, mengisolasi area, serta mengarahkan pekerja menuju assembly point.

Emergency Respon Team (ERT) PT PPN Regional Kalimantan kemudian melakukan pengendalian flash, pendinginan fasilitas, penanganan tumpahan BBM, serta pemantauan lingkungan.

Dalam skenario, tiga pekerja disimulasikan terdampak. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan pertama, sementara dua korban disimulasikan dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan untuk penanganan lebih lanjut.

Status penanganan kemudian ditingkatkan menjadi OKD Level 1 dan Puskodal Regional Kalimantan di Balikpapan diaktifkan untuk memperkuat dukungan personel, peralatan, medis, pengamanan, hingga komunikasi.

Simulasi penanganan melibatkan Polsek Tarakan Timur, BPBD Kota Tarakan, Pertamina EP Tarakan Field, Koramil 090701, Polantas Polres Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, Kelurahan Lingkas Ujung dan Gunung Lingkas disertai Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Pemerintah Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, Polri, PMI, Rumah Sakit Pertamina Tarakan, PT Elnusa Petrofin Tarakan, Aviation Fuel Terminal Juwata, serta pihak terkait lainnya.

Simulasi turut melibatkan masyarakat di kawasan Kusuma Bangsa dan Gunung Lingkas melalui latihan evakuasi menuju titik kumpul aman.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap jalur evakuasi dan langkah yang harus dilakukan saat menerima peringatan keadaan darurat.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting agar penanganan dapat berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat sesungguhnya,” jelas Edi.

Selain menguji respons lapangan, Pertamina Patra Niaga juga menguji skema pasokan reguler, alternatif, dan darurat untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap terjaga apabila terjadi gangguan fasilitas.

Setelah simulasi selesai, seluruh rangkaian dievaluasi sebagai dasar penyempurnaan prosedur, peningkatan kompetensi personel, dan penguatan koordinasi antar instansi.
Baca juga: Pemkot Tarakan Lakukan Nota Kesepahaman dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan
Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan BBM di SPBU Sengkawit, Tanjung Selor Aman

Pewarta : Redaksi
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.