Elephants

Pertamina EP Prabumulih temukan potensi minyak 2.068 BOPD di sumur LBK-031 Muara Enim

July 22, 2026

Pertamina EP Prabumulih temukan potensi minyak 2.068 BOPD di sumur LBK-031 Muara Enim

Rabu, 22 Juli 2026 20:51 WIB

Image Print

Pertamina EP Prabumulih Field mendapatkan tambahan produksi minyak setelah sumur pengembangan infill LBK-031 berhasil dikembangkan dan menunjukkan potensi produksi 2.068 BOPD. (ANTARA/HO/PHR 4)

Palembang (ANTARA) - Pertamina EP Prabumulih Field menemukan potensi produksi minyak sebesar 2.068 barel per hari (barrel oil per day/BOPD) dari pengeboran sumur sisipan (infill well) LBK-031 di Struktur Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Temuan pada sumur pengembangan ke-5 pascapenemuan sumur interfield LKT-01 tersebut diperoleh melalui uji alir awal (initial flow test) yang juga mencatatkan potensi produksi gas sebesar 2,68 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Djudjuwanto di Prabumulih, Rabu, mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 membuktikan lapangan minyak tua (mature field) masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

"Keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 membuktikan bahwa lapangan mature masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan optimalisasi yang berkelanjutan," kata Djudjuwanto.

Pengeboran Sumur LBK-031 dilakukan selama 52 hari sejak 9 Mei hingga 29 Juni 2026. Pengembangan sumur ini menerapkan inovasi pemetaan lapisan batuan bawah permukaan (High Resolution Stratigraphic Mapping) untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon pada endapan syn-rift secara lebih presisi.

Selain itu, seluruh tahapan operasional pengeboran diselesaikan tanpa catatan kecelakaan kerja (zero accident) dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, dan keandalan operasi (Operational Excellence).

Sementara itu, Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyampaikan bahwa tambahan potensi dari Sumur LBK-031 ini diyakini mampu mendorong pencapaian target produksi perusahaan pada 2026, yakni sebesar 9.519 BOPD minyak dan 99 MMSCFD gas.

"Pertamina EP Prabumulih Field akan terus melakukan optimasi sumur, perawatan sumur (well service) terjadwal, serta pemantauan performa produksi secara berkelanjutan guna menekan laju penurunan produksi alamiah (natural decline) seminimal mungkin," ujar Luthfi.

Setelah keberhasilan Sumur LBK-031 dan sumur sebelumnya (LBK-030) yang mencatatkan potensi 3.073 BOPD, Pertamina EP Prabumulih Field mengagendakan pengeboran sumur berikutnya, yakni Sumur LKT-023, pada triwulan ketiga 2026.

Sebagai informasi, PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026