Pertamina EP Limau cetak rekor penjualan gas 3,1 MMSCFD lewat program 'workover'
Senin, 10 Agustus 2026 22:27 WIB
Pertamina EP Limau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 4, meningkatkan penjualan gas (gas sales) melalui program kerja ulang (workover) pada sumur eksisting L5A-309. (ANTARA/HO/Pertamina EP)
Palembang (ANTARA) - Pertamina EP Limau, Sumatera Selatan, berhasil mengembalikan produksi sumur minyak dan gas bumi (migas) yang sudah tidak ekonomis melalui program kerja ulang (workover) di sumur L5A-309 dengan membukuka performa produksi gas mencapai 6,7 MMSCFD dengan volume penjualan gas (gas sales) hingga 3,1 MMSCFD pada Juli 2026.
Secara statistik, penjualan gas sebesar 3,1 MMSCFD merupakan rekor tertinggi Pertamina EP Limau, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Angka tersebut melampaui puncak penjualan gas tertinggi pada 2024 yang berada di angka 1 MMSCFD.
Senior Manager Pertamina EP Limau Field Abdul Rachman Para Buana di Palembang, Senin, mengatakan capaian ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
"Kontribusi pasokan gas dapat kami optimalisasi melalui sumur-sumur eksisting dengan pendekatan yang tepat. Kali ini, pendekatan melalui program pengerjaan ulang penyelesaian sumur (recompletion) berhasil diterapkan pada sumur L5A-309," kata Abdul Rachman.
Workover merupakan upaya mengembalikan performa produksi sumur migas eksisting melalui kegiatan kerja ulang. Pada sumur L5A-309, workover dilakukan melalui program pindah lapisan (recompletion/zone change) dari dayer W4 menjadi W3. Proses workover sumur tersebut berlangsung selama kurang lebih dua pekan hingga mulai berproduksi kembali (onstream) pada pekan kedua Juli 2026.
Keberhasilan workover di sumur L5A-309 menopang produksi gas di seluruh wilayah kerja Pertamina EP Limau Field. Pada 2026, perusahaan menargetkan produksi gas mentah mencapai 11,32 MMSCFD.
Selain mencari sumber baru, Pertamina EP Limau Field akan menjaga angka produksi gas melalui kegiatan workover pada sumur eksisting. Perusahaan juga berencana menerapkan pendekatan serupa pada beberapa sumur eksisting lain demi meningkatkan kontribusi terhadap pasokan energi nasional.
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan. PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota, yaitu Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi serta pengawasan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026