Elephants

Pertama kali karya Menteri Pendidikan Indonesia masuk Perpustakaan Oxford

September 25, 2026
"Masuknya kedua karya ini ke koleksi OCIS menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan gagasan dan pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman melalui pendidikan kepada pembaca internasional," kata Dian.

Jakarta (ANTARA) - Dua karya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi menjadi koleksi perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS), Inggris, menandai masuknya karya menteri pendidikan Indonesia untuk pertama kalinya dalam koleksi lembaga kajian Islam tersebut.

Dua buku karya Abdul Mu'ti yang diterima sebagai koleksi OCIS pada Selasa (22/9) itu masing-masing berjudul "Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan" dan "Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan".

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir mengatakan penerimaan kedua buku tersebut menjadi momentum penting bagi pengenalan pemikiran pendidikan Indonesia, khususnya mengenai pengelolaan kemajemukan dan kehidupan keberagamaan, di tingkat internasional.

"Masuknya kedua karya ini ke koleksi OCIS menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan gagasan dan pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman melalui pendidikan kepada pembaca internasional," kata Dian.

Ia mengatakan berdasarkan penelusuran katalog SOLO, kedua karya tersebut tercatat sebagai karya menteri pendidikan Indonesia pertama yang masuk dalam koleksi Perpustakaan OCIS.

Menurut dia, keberadaan kedua buku tersebut di perpustakaan OCIS diharapkan dapat memperluas akses akademisi, peneliti, dan pembaca internasional terhadap gagasan mengenai pluralitas agama dalam konteks pendidikan di Indonesia.

Buku "Kristen Muhammadiyah", yang ditulis Abdul Mu'ti bersama Fajar Riza Ul Haq, merupakan hasil penelitian mengenai siswa dan mahasiswa Kristen dan Katolik yang menempuh pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi Muhammadiyah.

Penelitian tersebut antara lain mencakup satuan pendidikan Muhammadiyah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah yang memiliki populasi Muslim minoritas.

Buku itu menggambarkan bagaimana kemajemukan dapat dikelola dalam lingkungan pendidikan tanpa mencampuradukkan keyakinan agama. Peserta didik Kristen dan Katolik yang belajar di lembaga pendidikan Muhammadiyah tetap mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya.

Prinsip tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya.

Sementara itu, buku Pluralisme Positif, yang ditulis Abdul Mu'ti bersama Azaki Khoirudin, mengangkat gagasan serta pengalaman Muhammadiyah dalam membangun kehidupan keberagamaan yang inklusif melalui pendidikan.

Dian bersama Sekretaris PCIM Britania Raya dan Irlandia Susana Widyaningsih menyerahkan kedua buku tersebut kepada OCIS. Rombongan diterima Direktur OCIS Dr. Farhan Nizami sebelum buku diserahkan kepada Kepala Perpustakaan OCIS Wassilena Sekulova, M.A.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan Nizami turut menyambut nama almarhum Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE, yang menulis kata pengantar buku Kristen Muhammadiyah.

Azyumardi Azra diketahui pernah menjadi fellow di OCIS pada 1994–1995. Ia juga tercatat sebagai anggota dewan penyunting Journal of Islamic Studies, jurnal yang diterbitkan oleh OCIS bersama Oxford University Press.

Dian mengatakan keberadaan nama Azyumardi Azra dalam buku tersebut turut memperkuat keterhubungan intelektual antara tradisi kajian Islam Indonesia dan lingkungan akademik di Oxford.

"Ini juga menjadi bagian dari kesinambungan hubungan intelektual antara Indonesia dan Oxford dalam kajian Islam dan pendidikan," ujarnya.

OCIS merupakan lembaga kajian Islam independen yang berafiliasi dengan Universitas Oxford. Lembaga tersebut berdiri pada 1985 dan berada di bawah patronase Raja Charles III. Pada 2012, OCIS memperoleh Royal Charter dari Ratu Elizabeth II.

Perpustakaan OCIS merupakan perpustakaan rujukan yang menerapkan proses seleksi terhadap setiap buku yang diusulkan sebelum ditetapkan menjadi bagian dari koleksi.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026