Gorontalo (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) Provinsi Gorontalo mendorong setiap puskesmas untuk menyiapkan alat Otoacoustic Emissions (OAE), guna mendeteksi dini pendengaran bayi yang baru lahir.
Ketua PERHATI-KL Helen M Y Nazaruddin di Kota Gorontalo, Rabu, mengatakan OAE merupakan salah satu modalitas yang mudah digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal pendengaran pada bayi yang sangat penting.
Hal itu, lanjutnya, karena bermanfaat bagi deteksi dini gangguan pendengaran bayi yang dapat memberikan dampak besar terhadap kemampuan anak dalam berkomunikasi, bersosialisasi, belajar, dan berkembang.
Helen mengatakan gangguan pendengaran pada anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mendengar, tetapi juga dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang dan pendidikan.
“Dampaknya sangat besar karena anak ini akan mengalami keterlambatan dalam kemampuan bersosialisasi dan belajar, karena dia tidak mendengar, berkomunikasi saja dia tidak bisa” kata Helen.
Pihaknya berharap OAE disediakan di setiap puskesmas, sehingga dokter maupun bidan atau perawat yang ada di puskesmas bisa menggunakannya dan bisa melakukan deteksi dini lebih cepat lagi.
Dengan deteksi lebih awal, kata dia, anak dapat segera dirujuk untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi yang ditemukan.
Helen juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan pendengaran anak.
Orang tua perlu memperhatikan perkembangan kemampuan bicara dan komunikasi, sebagai salah satu indikator yang dapat menjadi tanda adanya masalah pendengaran.
“Pesan kami, agar masyarakat lebih peduli mengenai pendengaran karena dampaknya sangat besar untuk masa depan anak-anak," katanya.
Jadi ketika mendapatkan anak yang mengalami keterlambatan bicara, kata dia, harus segera dibawa ke dokter THT untuk diperiksakan lebih lanjut.
Pihaknya pun berharap pemerintah daerah sampai ke pusat bisa menyiapkan alat tersebut.
Menurut Helen, peningkatan kesadaran masyarakat disertai penguatan kapasitas deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak gangguan pendengaran terhadap masa depan anak.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.