Jakarta (ANTARA) - Yayasan Perempuan Laju Perkasa (PLP) bekerja sama dengan ICT Watch menggelar pelatihan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk mendukung perempuan berdaya.
Ketua Yayasan PLP Hetty Andika Perkasa mengatakan pelatihan yang diikuti 160 orang peserta itu diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi dalam pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari.
“AI hadir bukan untuk menggantikan kita. Tapi AI hadir justru untuk membantu kita bekerja lebih cerdas, lebih produktif dan lebih berdaya baik dalam berkarir, usaha, maupun kehidupan sehari-hari,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Tidak hanya memberikan pelatihan terkait pemanfaatan AI, dengan menggandeng ICT Watch, Hetty juga mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama seluas-luasnya antara para peserta.
“Kita buktikan kolaborasi Perempuan Laju Perkasa dengan ICT Watch, kita buktikan bahwa perempuan Indonesia mampu siap dan bisa jago AI,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti mengapresiasi kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan AI. Dia juga mengaku bangga atas kolaborasi PLP dengan ICT Watch dalam memberikan pembelajaran kepada para peserta.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk membuka jejaring. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa dinikmati proses pembelajarannya. Kami berharap ini menjadi kunci pembuka pintu untuk peserta bisa belajar lebih dalam lagi seputar AI,” kata Indriyatno.
Sebanyak 160 perempuan menjadi peserta kegiatan bertajuk Hertech “Perempuan Berdaya AI” yang digelar di Kraton Majapahit, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur itu.
Baca juga: Yayasan Perempuan Laju Perkasa ingatkan deteksi dini kanker payudara
Baca juga: Yayasan Perempuan Laju Perkasa hadirkan pelatihan AI untuk perempuan
Baca juga: Yayasan Perempuan Laju Perkasa dukung perempuan berdaya di era digital
Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.