Jakarta (ANTARA) - Mashita, penyintas gempa asal Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih bangkit setelah diguncang gempa dan menguatkan sesama dengan berperan menjadi juru masak di dapur umum yang didirikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.
Wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kabupaten Manggarai itu kini menyiapkan makanan untuk para penyintas di kampung dan posko mandiri yang belum mendapatkan bantuan atau logistiknya belum masuk.
Bagi Mashita, seporsi makanan bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga bentuk kepedulian bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Baca juga: Komut Pertamina serahkan bantuan bagi warga terdampak di Reok NTT
"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada Baznas yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," kata Mashita dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Sebagai penyintas, Mashita mengakui dirinya memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman, setelah harus menerima kenyataan pahit rumah tempatnya bernaung bersama keluarga harus hancur akibat gempa.
Namun, pengalaman itu justru membuatnya semakin terdorong membantu warga lain yang mengalami kondisi serupa.
"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.
Menurutnya, dapur umum Baznas menjadi ruang untuknya dan warga NTT bangkit. Ia tidak hanya menerima bantuan sebagai penyintas, tetapi juga ikut membantu menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga lainnya.
Mashita menuturkan dirinya belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti kembali memiliki rumah yang utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada sesama, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.
"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucap Mashita.
Diketahui, Baznas juga mendistribusikan bantuan sembako dan logistik dapur umum melalui Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB), memberikan layanan kesehatan gratis, sekaligus menyediakan masjid darurat serta sarana sanitasi untuk menunjang kebutuhan ibadah dan kebersihan para pengungsi.
Baca juga: BNPB usulkan pembangunan gudang logistik bencana di Kabupaten/Kota
Baca juga: Kementerian ESDM kirim bantuan genset untuk korban gempa di NTT
Terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.