Elephants

Pengepul lobster kembangkan kuliner untuk tambah nilai hasil laut - ANTARA News Gorontalo

August 30, 2026

Gorontalo (ANTARA) - Pengepul lobster di Desa Bajo, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, mengembangkan usaha kuliner berbahan hasil laut sebagai upaya meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus mempertahankan pendapatan di tengah berkurangnya pasokan lobster dari nelayan.

Pengepul lobster Yulfa Sabiku mengatakan selain menjual lobster dalam kondisi segar, dirinya mengolah sebagian hasil laut menjadi menu siap saji melalui kedai yang dikelolanya di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

"Kami di sini tidak ada budi daya, hanya langsung mengambil dari nelayan," kata Yulfa, di Desa Bajo, Minggu.

Lobster yang tersedia di kedainya dapat diolah sesuai permintaan pengunjung, antara lain dimasak dengan santan, saus, maupun dibakar.

Menurut dia, pengolahan tersebut memberikan nilai tambah dibandingkan menjual lobster dalam kondisi mentah. Harga lobster yang telah diolah menjadi menu siap saji dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan ukurannya.

Lobster kipas yang telah dimasak dijual sekitar Rp400 ribu, sedangkan lobster bambu berkisar Rp500 ribu-Rp700 ribu. Sementara lobster mutiara dibanderol sekitar Rp1,3 juta-Rp1,5 juta dan dapat mencapai Rp2 juta.

Yulfa mengatakan kedainya juga menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke Desa Bajo. Pengunjung di antaranya berasal dari Korea dan China, selain rombongan instansi yang datang untuk melakukan kegiatan sekaligus menggunakan fasilitas ruangan.

Pengembangan usaha tersebut telah dilakukan sejak 2024 dengan mengandalkan hasil tangkapan nelayan sebagai bahan baku utama.

Tidak hanya lobster, Yulfa juga mengolah hasil tangkapan ikan berukuran kecil menjadi ikan asin agar tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak terbuang.

"Tangkapan juga bercampur banyak ikan kecil, maka kami berdayakan dengan buat ikan asin biar tidak terbuang," ujarnya.

Ia mengatakan diversifikasi produk menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan usaha ketika hasil tangkapan lobster nelayan lokal sedang menurun.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.