Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Bawono Kumoro melihat kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pasca-pengumuman dari Morgan Stanle Capital International (MSCI) sebagai simbol dari kehadiran eksekutif dan legislatif sehingga dapat memberikan rasa ketenangan di pelaku pasar
"Kunjungan Sufmi Dasco sebagai representasi dari pimpinan DPR RI bersama dengan Ketua OJK dan CEO Danantara serta Kapolri ini sangat penting dalam konteks untuk berkoordinasi dengan pemangku otoritas terkait bagaimana perbaikan regulasi itu harus dilakukan demi menjaga stabilitas dan trust pasar modal," kata Bawono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Bawono menilai kunjungan ini juga diharapkan memberikan sebuah keyakinan terhadap investor global dan juga ritel untuk tetap investasi serta merasa aman di bursa saham Indonesia.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pasca-pengumuman MSCI yang menurunkan status pasar modal Indonesia dari semula Emerging Market menjadi Standalone Market
Dasco menegaskan DPR terus menjalankan fungsi pengawasan atas perkembangan di bursa. Hasil koordinasi itu menjadi pijakan bagi DPR untuk terus mencermati agar reformasi pasar modal berjalan konsisten dan sejalan dengan masukan lembaga internasional.
"Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Dasco.
Kehadiran Dasco di Bursa Efek Indonesia kali ini juga ditemani Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kapolri serta juga CEO Danantara Indonesia sebagai perwakilan pemerintah
Dasco mengatakan bahwa DPR RI telah memantau berbagai kabar terjadi di pasar saham Indonesia. Dasco sudah meminta BEI untuk melakukan perbaikan serta juga mengakomodir masukan berasal dr berbagai lembaga pemeringkat internasional.
Baca juga: DPR kunjungi BEI usai "trading halt" dan minta bursa terus perbaiki
Baca juga: BEI minta investor tetap rasional dan lihat fundamental bursa RI
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.