Mataram -
Para pendaki Gunung Rinjani berpotensi menghadapi aturan baru sebelum pendakian. Mereka bakal diwajibkan mengikuti ritual Sembeq Buraq.
Aturan tersebut disebut-sebut dimulai tahun depan. Ketua Pemuda Rinjani Selatan, Amrul Arahap, mengatakan saat ini aturan itu tengah digodok di tingkat desa.
Dia bilang kewajiban mengikuti ritual Sembeq Buraq bertujuan meminta restu kepada para tetua adat sebelum pendakian dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya ritual ini sudah lama dilakukan oleh orang tua kita dulu. Ritual ini tujuannya meminta restu kepada para tetua adat. Sehingga kami mencoba akan menerapkannya kembali bagi para calon pendaki, teknisnya seperti apa itu sedang kami bahas dalam bentuk awik-awik desa," ujar Amrul, dikutip dari detikBali, Senin (27/7/2026).
Amrul mengatakan Sembeq Buraq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang menjadi ikrar moral bagi setiap pendaki untuk menghormati alam dan mematuhi hukum adat. Dalam ritual tersebut, para pendaki akan diberikan penjelasan mengenai larangan dan pantangan yang tidak boleh dilakukan selama pendakian.
Selain diwajibkan mengikuti ritual adat, calon pendaki, khususnya dari luar Lombok dan wisatawan mancanegara, akan diarahkan menginap di rumah-rumah warga. Dengan demikian, sebelum mendaki, para wisatawan dapat mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar desa penyangga jalur selatan Gunung Rinjani.
"Tentu rumah-rumah warga yang akan ditempati akan dilakukan penataan terlebih dahulu. Nantinya para calon pendaki bisa menikmati objek wisata yang berada di desa-desa penyangga sebelum ataupun sudah mendaki Gunung Rinjani," kata Amrul.
Dia juga mengatakan saat ini Pemuda Rinjani Selatan bersama desa-desa penyangga jalur pendakian tengah menyusun awik-awik sebagai pedoman bersama.
"Kami sedang menyusun awik-awik bersama desa-desa penyangga jalur selatan Rinjani agar konsep pendakian berbasis pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat memiliki landasan yang kuat serta dapat diterapkan secara berkelanjutan," kata Amrul.
Amrul mengatakan wacana pendakian yang dipadukan dengan budaya lokal tersebut mendapat sambutan positif dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Ia menargetkan penyusunan awik-awik rampung pada akhir tahun ini sehingga dapat diterapkan mulai tahun depan.
"Beberapa kali kami lakukan audiensi, kami mendapatkan dukungan penuh dari TNGR. Kami menargetkan penerapanya tahun depan," kata dia.
(fem/fem)