Elephants

Penanganan karhutla di TN Berbak dan Sembilang terkendala akses - ANTARA News Jambi

September 14, 2026

Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Kepala Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang Yunaidi menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam kawasan tersebut terkendala akses, akibatnya petugas hingga kini sulit menjangkau titik api.

"Saya habis memantau di Labuhan Pering, petugas tidak bisa masuk, hanya ada dua akses, terdekat 15 kilometer masuk ke dalam, kondisi air sungai kering, petugas tidak bisa masuk," kata dia di Jambi, Senin.

Ia menjelaskan, dari tiga wilayah pintu masuk yang dipetakan, hanya dua titik yang bisa ditempuh.

Pertama, dari Desa Labuhan Pering dan Sungai Benuh, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan jarak tempuh sekitar 15 hingga 20 kilometer.

Sementara itu, opsi kedua, pemadaman darat melalui kawasan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi dipastikan tidak bisa dipilih, mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan.

Menurut dia, opsi yang paling rasional menuju titik kebakaran hanya bisa ditempuh melalui akses sungai alam dari hilir menuju ke hulu, lalu dilanjutkan melalui jalur darat di dalam kawasan TN Berbak.

Ia menambahkan, hembusan angin dari utara ke selatan atau dari wilayah Sumsel menuju Jambi membuat situasi semakin memburuk.

Akibatnya, kawasan hutan di sektor TN Berbak mulai ikut terbakar, hasil rembesan dari sisi TN Sembilang.

Dirinya menegaskan sejauh ini upaya pemadaman melalui udara (waterbombing) masih terus dilakukan satuan Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Termasuk pemadam jalur darat yang tengah diupayakan oleh tim gabungan.

"Tadi lihat di satelit ada tiga titik api, kita terus berupaya ya, waterbombing juga ada, di dalam kawasan," sebut dia.

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan, saat ini masih terdapat sebaran titik api, salah satunya di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di sisi Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin (Sumsel).

Hingga kini petugas terus mengupayakan pemadaman darat dan udara, dengan mengerahkan empat unit helikopter waterbombing untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau dari darat.

"Hasil pemantauan terkini, terdeteksi sebanyak 134 titik panas (hotspot) dengan empat titik api (fire spot) utama yang menjadi fokus pemadaman tim satgas," kata Al Haris.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.