Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengontrak 61 tenaga kesehatan tahun 2026 guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu, mengatakan dengan beberapa waktu lalu pihaknya telah melepas 61 tenaga kesehatan ke delapan kabupaten untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas.
Baca juga: Dinkes Jayawijaya siagakan nakes 40 puskesmas selama banjir-longsor
“Kami tentu berharap dengan mengontrak 61 tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan di delapan kabupaten Papua Pegunungan, khususnya puskesmas dapat meningkat, sehingga harapan hidup masyarakat orang asli Papua (OAP) di daerah ini terus membaik,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Papua Pegunungan Titus Kogoya mengatakan dengan mengontrak 61 tenaga kesehatan yang dilepas akan membantu pelayanan kesehatan di setiap puskesmas di delapan kabupaten.
“Nakes yang ada saat ini akan kami sebar ke setiap puskesmas di delapan kabupaten, terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” ujarnya.
Dia menjelaskan 61 tenaga kesehatan yang direkrut untuk membantu pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan meliputi dokter, perawat, bidan, kesehatan lingkungan, farmasi, analis yang hampir sebagian besar adalah OAP.
Baca juga: IDI Papua prihatin aksi kekerasan yang dialami nakes di Kiwirok
Baca juga: Turunkan stunting di Nduga, nakes diminta beri laporan periodik
“Penambahan nakes di delapan kabupaten merupakan arahan dari bapak gubernur untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di delapan kabupaten, khususnya daerah 3T yang masih kekurangan nakes,” katanya.
Dia menambahkan 61 nakes merupakan tenaga kontrak yang dibiayai oleh Pemprov Papua Pegunungan melalui alokasi dana otonomi khusus (Otsus).
“Alokasi anggaran yang kami kucurkan untuk mengontrak nakes dalam setahun kurang lebih Rp1,4 miliar yang diambil dari alokasi dana Otsus tahun 2026,” ujarnya.
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.