Elephants

Pemprov Lampung kembangkan klaster UMKM lewat KDKMP

July 22, 2026

Pemprov Lampung kembangkan klaster UMKM lewat KDKMP

Kamis, 23 Juli 2026 05:30 WIB

Image Print

Produk UMKM asal Lampung yang dijual di pusat oleh-oleh khas Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung akan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas unggulan daerah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat hilirisasi dan memperluas akses pasar produk lokal.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu, mengatakan KDKMP tidak hanya mendukung hilirisasi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan UMKM berbasis komoditas unggulan daerah.

Menurut dia, pelaku UMKM akan dikelompokkan ke dalam berbagai klaster berdasarkan komoditas sehingga memperoleh pendampingan, penguatan merek, hingga akses pemasaran dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Ia mengatakan saat ini terdapat sekitar 484 ribu UMKM di Lampung, termasuk 134 ribu usaha penyedia akomodasi, makanan dan minuman serta 112 ribu industri pengolahan.

Menurut Rahmat, banyak pelaku UMKM masih menghasilkan produk sejenis dengan merek berbeda sehingga bersaing di pasar yang sama tanpa didukung jaringan distribusi yang kuat.

Ia mengatakan koperasi akan menjadi penggerak yang mengintegrasikan produksi, pengemasan, pelatihan, dan pemasaran sehingga UMKM tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, penguatan jaringan distribusi melalui KDKMP diharapkan memangkas rantai pasok berbagai kebutuhan pokok sehingga harga lebih mendekati harga eceran tertinggi (HET) sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Rahmat menambahkan implementasi KDKMP diperkirakan mampu mendorong tambahan perputaran uang di desa hingga sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun serta memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lampung kembangkan klaster UMKM lewat KDKMP

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.