Pemprov Kepri perkuat moderasi beragama dengan penempatan ustadz di perbatasan
Selasa, 22 September 2026 10:11 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat moderasi beragama di wilayah perbatasan melalui penempatan 50 ustadz muda di pulau-pulau kecil di daerah setempat.
"Selama enam tahun terakhir Pemprov Kepri secara konsisten menempatkan 50 ustadz muda di pulau-pulau kecil dan wilayah perbatasan," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Senin.
Program tersebut diarahkan guna memperkuat moderasi dan toleransi beragama sekaligus memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.
Program itu juga bertujuan membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Menurut Ansar penguatan kehidupan spiritual masyarakat juga penting di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan keluarga yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
"Perlu ada benteng-benteng spiritual yang andal, salah satunya menempatkan ustaz di pulau-pulau untuk memperkuat nilai keagamaan," ujarnya.
Ansar menyebutkan, penerima dukungan tersebut mencapai lebih dari 13 ribu orang, termasuk guru TPG, imam masjid, dan berbagai komponen masyarakat lainnya.
Pemprov Kepri juga memberikan bantuan kepada 237 rumah ibadah sepanjang tahun 2026.
"Rumah ibadah mendapatkan bantuan secara bertahap, dengan perhatian khusus kepada rumah ibadah yang berada di pulau-pulau terluar dan wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan," ucap Ansar.
Gubernur turut menambahkan keberagaman masyarakat Kepri merupakan kekuatan yang harus terus dijaga, karena capaian pembangunan daerah tidak hanya diukur dari indikator ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga kerukunan dan keharmonisan.
Ia menyebut indeks moderasi beragama Kepri berada di kisaran 80 dan menempatkan Kepri dalam kelompok lima besar secara nasional.
Capaian itu tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah, ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat.
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.