Pemprov Kepri komitmen pertahankan predikat paripurna RSUD Raja Ahmad Tabib
Rabu, 9 September 2026 09:14 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad (tengah) meninjau layanan RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), Kota Tanjungpinang, Selasa (8/8/2026). ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomitmen mempertahankan predikat paripurna di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada pasien.
Predikat paripurna merupakan pengakuan atau status kelulusan tingkat tertinggi yang diberikan oleh lembaga akreditasi independen kepada RSUD.
"Hari ini kita kedatangan tim surveyor akreditasi rumah sakit guna menilai rumah sakit ini. RSUD RAT saat ini sudah berstatus paripurna, mudah-mudahan tetap bisa dipertahankan," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad usai mengikuti wawancara dalam rangka Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di RSUD RAT, Kota Tanjungpinang, Selasa.
Menurut Ansar, wawancara kepala daerah merupakan bagian penting dalam proses penilaian untuk melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, regulasi, pembiayaan, hingga pengembangan sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit.
Ia menyebut sistem penilaian akreditasi rumah sakit saat ini semakin ketat, karena itu Pemprov Kepri bersama jajaran RSUD RAT berupaya memberikan penjelasan secara terbuka mengenai berbagai langkah dan kebijakan yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Baca juga: Gubernur Ansar: Anggaran perbaikan RSUD RATRp19 miliar
Menurutnya peningkatan kualitas RSUD RAT tidak hanya dilakukan melalui aspek pelayanan, tetapi juga pembenahan infrastruktur.
Dia menyampaikan saat ini Pemprov Kepri tengah melakukan perbaikan gedung RSUD RAT serta rencana pembangunan gedung poliklinik baru.
Perbaikan itu menjadi kebutuhan penting mengingat semakin meningkatnya jumlah kunjungan pasien di RSUD RAT Kepri, yang mencapai 650 pasien per hari, baik itu rawat inap maupun rawat jalan.
"Fokus perbaikan menyasar plafon atap rumah sakit, pendingin ruangan serta toilet," ujar Ansar.
Selain revitalisasi gedung, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Kepri juga tengah mempersiapkan penambahan lahan parkir di bagian belakang rumah sakit.
Lahan seluas sekitar satu hektare itu akan segera diproses untuk ganti rugi pembebasannya, melalui penganggaran di APBD Perubahan Kepri 2026.
Gubernur Ansar berharap berbagai pembangunan dan pembenahan yang dilakukan dapat mengubah wajah serta kualitas pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepri tersebut secara signifikan.
"Mudah-mudahan di akhir tahun depan, semua rumah sakit kita sudah berubah menjadi lebih baik," demikian Ansar.
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.