Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendukung rencana PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membuka kantor cabang baru di Kota Balikpapan guna memperkuat misi dagang antardaerah serta menangkap peluang ekonomi di penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) itu.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Samarinda, Kaltim, Senin, menyatakan komitmennya mendukung penuh kehadiran Bank Jatim Kantor Cabang Balikpapan, yang dijadwalkan diresmikan pada Jumat (9/10/2026).
"Kaltim merupakan provinsi yang sangat prospektif untuk investasi. Putaran uang di wilayah ini mencapai ratusan triliun rupiah karena ditopang sektor pertambangan, ditambah lagi dengan adanya proses pembangunan IKN," kata Rudy saat menerima kunjungan jajaran Direksi Bank Jatim di Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Samarinda.
Ia menjelaskan hubungan dagang antara Kaltim dan Jatim sejauh ini berjalan sangat baik.
Berdasarkan data temu bisnis (business matching) dalam program misi dagang kedua provinsi, nilai transaksi yang tercatat telah menembus lebih dari Rp1 triliun sejak 2019.
"Kaltim sangat terbuka untuk investasi. Kehadiran Bank Jatim kami harapkan mampu memperkuat interaksi dan volume perdagangan antara Kaltim dan Jatim," ujarnya.
Kendati Bank Jatim memilih Balikpapan sebagai lokasi cabang baru, Rudy menyarankan pihak manajemen untuk turut melirik potensi pasar di Samarinda sebagai ibu kota provinsi yang menjadi pusat administrasi serta titik temu dari berbagai kabupaten/kota sekitarnya seperti Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kutai Barat.
"Kalau korporasi berskala besar memang banyak berpusat di Balikpapan. Namun, untuk potensi nasabah individu dan keterjangkauan wilayah, Samarinda juga sangat strategis. Ke depan, Bank Jatim juga harus bersiap membuka cabang di jantung IKN," tutur Rudy.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa ekspansi ke wilayah Kalimantan Timur merupakan bagian dari strategi perseroan untuk berkontribusi pada peningkatan literasi serta inklusi keuangan di tingkat nasional.
Ia menyebutkan pemilihan Balikpapan sebagai lokasi ekspansi perdana di Kaltim didasarkan pada hasil kajian kelayakan bisnis yang matang serta pemenuhan regulasi perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami memilih Balikpapan karena secara kalkulasi bisnis memiliki potensi yang sangat besar. Selain itu, kami juga mengakomodasi masukan dari komunitas warga Jawa Timur yang berdomisili di Kaltim," kata Winardi.
Winardi menambahkan dari total sekitar 42 juta penduduk di Jawa Timur saat ini, porsi masyarakat yang telah tercatat sebagai nasabah aktif Bank Jatim baru menyentuh angka kisaran 9 juta orang, sehingga ruang pertumbuhan pasar di luar daerah masih terbuka lebar.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.