Elephants

Pemprov Kalsel bidik pengembangan pusat industri pengolahan ikan gabus - ANTARA News Kalimantan Selatan

July 28, 2026

Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membidik pengembangan pusat industri pengolahan ikan gabus nasional melalui penguatan budi daya guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri yang selama ini menghambat realisasi investasi sektor hilir.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri di Banjarbaru, Selasa, mengatakan DPMPTSP Kalsel sebelumnya telah menawarkan peluang investasi kepada calon investor yang berminat membangun industri pengolahan ikan gabus.

“Rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena pasokan bahan baku belum mampu memenuhi kebutuhan produksi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, industri pengolahan membutuhkan pasokan sekitar lima ton ikan gabus setiap bulan agar proses produksi berjalan stabil, sedangkan kapasitas budidaya yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga investor menunda realisasi investasi.

“Industri pengolahan membutuhkan pasokan yang kontinyu. Karena produksi budi daya saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar lima ton per bulan, akhirnya investasi tersebut belum dapat berjalan,” katanya.

Ia menyebutkan, ikan gabus memiliki prospek investasi yang besar karena tidak hanya menjadi komoditas konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk bernilai tambah, seperti pangan olahan, kesehatan, dan kosmetik, sehingga berpotensi memperkuat hilirisasi sektor perikanan di Kalimantan Selatan.

“Kalau dari segi potensi memang sangat bagus untuk ikan gabus. Selain untuk konsumsi masyarakat, ikan gabus juga memiliki nilai tambah yang tinggi karena menjadi bahan baku berbagai industri olahan. Ini merupakan produk yang sangat layak untuk diinvestasikan,” tuturnya.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan ikan gabus di Kalimantan Selatan hingga kini masih didominasi hasil tangkapan alam, sedangkan budi daya belum berkembang optimal meski sejumlah daerah telah membuktikan komoditas tersebut mampu tumbuh dengan baik dan layak dikembangkan sebagai sumber pasokan industri.

Dia mencontohkan budi daya ikan gabus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya Barabai, menunjukkan hasil yang menjanjikan meski kapasitas produksinya masih terbatas akibat keterbatasan lahan.

“Oleh karena itu, kami mendorong kabupaten/kota meningkatkan penyediaan lahan, kapasitas pembudidaya, penerapan teknologi, dan penguatan rantai pasok untuk mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu pusat industri pengolahan ikan gabus di Indonesia,” ujar Endri.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.