Elephants

Pemprov Jatim dukung hilirisasi peternakan terintegrasi - ANTARA News Jawa Timur

October 5, 2026
Jawa Timur memiliki basis peternakan yang kuat dan berperan strategis dalam penyediaan pangan asal ternak secara nasional.

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung pengembangan hilirisasi peternakan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta kesejahteraan peternak dan masyarakat.

"Jawa Timur memiliki basis peternakan yang kuat dan berperan strategis dalam penyediaan pangan asal ternak secara nasional," kata Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono saat menyampaikan pendapat Gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Hilirisasi Peternakan, pada rapat paripurna DPRD Jatim, di Surabaya, Senin.

Pada 2026, populasi sapi potong di Jatim mencapai 3,67 juta ekor atau 27 persen populasi nasional, sedangkan sapi perah 301,73 ribu ekor atau 60 persen nasional.

Selain itu, populasi ayam ras petelur mencapai 136,91 juta ekor dan ayam ras pedaging 444,43 juta ekor. Produksinya masing-masing mencapai 2,02 juta ton telur ayam ras dan 543,15 ribu ton daging ayam ras.

Menurut Khofifah, besarnya produksi tersebut harus diikuti penguatan pascapanen, pengolahan, penyimpanan, distribusi, pemasaran, hingga pemanfaatan hasil ikutan agar nilai tambah dapat tercipta dan dinikmati secara optimal.

Pemprov Jatim menilai Raperda yang diinisiasi Komisi B DPRD Jatim dapat menjadi landasan hukum pembangunan ekosistem peternakan yang terintegrasi, berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Regulasi tersebut antara lain diarahkan untuk memperkuat posisi tawar peternak, memperluas akses pembiayaan, teknologi dan pasar, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mengembangkan industri pengolahan produk hewan.

Pemprov Jatim juga meminta pengaturan fasilitasi, insentif, koordinasi antarperangkat daerah, sistem informasi, serta pembiayaan dirumuskan secara jelas, transparan, akuntabel, dan sesuai kemampuan keuangan daerah.
 

Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.