Elephants

Pemprov Jateng terapkan metode PBL untuk mengatasi kemiskinan

August 21, 2026

Pemprov Jateng terapkan metode PBL untuk mengatasi kemiskinan

Jumat, 21 Agustus 2026 07:10 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri sebagai proyek percontohan Project Based Learning (PBL) dalam pengentasan kemiskinan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis, mengatakan program tersebut melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik daerah (BUMD), perangkat daerah, dan masyarakat.

Program yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng itu mengandalkan kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan potensi desa.

"Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain," katanya.

Menurut dia, pendidikan dasar mempunyai peran penting dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Karena itu, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar, yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita," katanya.

Sebagai informasi, Desa Kepyar yang memiliki jumlah penduduk sekitar 4.400 orang merupakan salah satu lokus Program Desa Dampingan Pemprov Jateng.

Sebagian masyarakat setempat masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan bekerja sebagai buruh tani.

Selain penguatan ekonomi, program tersebut menyasar persoalan pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, rumah tidak layak huni, dan sanitasi, serta literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Desa Kepyar memiliki sekitar 596 hektare lahan pertanian, delapan kelompok tani, 12 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta 15 pedagang mikro yang akan dikembangkan untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat.

Potensi wisata di desa itu juga cukup beragam, mulai dari agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, hingga Watu Lumbung yang diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memperkuat usaha warga.

Melalui PBL, sektor pertanian akan diperkuat, UMKM didampingi dan potensi wisata dibantu agar berkembang, sehingga penanganan kemiskinan tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga peningkatan kapasitas dan akses usaha masyarakat.

"Tentu perlu kebersamaan antara universitas, masyarakat, BUMD, dan dinas terkait untuk ikut turun, sehingga masyarakat lebih berdaya dan tidak kembali miskin," katanya.

Diharapkan pola pendampingan tersebut memberikan hasil nyata dan berkelanjutan, jika berhasil diterapkan di Desa Kepyar, dapat dikembangkan sebagai model pengentasan kemiskinan di desa-desa lain di Jateng.

Baca juga: Sambut HUT ke-81 Jateng, ratusan UMKM pameran di halaman kantor gubernur

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.