Kerinci, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendorong pembangunan ekosistem kopi Kerinci tembus pasar global melalui penguatan sistem pemasaran terintegrasi dari hulu ke hilir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya itu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi Ariansyah saat membuka Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat, mengatakan pengembangan kopi Kerinci ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi.
"Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri," kata Ariansyah.
Ia menyampaikan, festival kopi merupakan momentum strategis untuk memperluas pasar kopi Jambi, sekaligus membuka peluang investasi serta kemitraan yang sehat antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, hingga lembaga pembiayaan.
Menurut dia, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai ajang promosi semata, melainkan harus menjadi bagian strategi pengembangan ekonomi lokal yang berdampak pada pertumbuhan UMKM.
Sekaligus menciptakan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan agrowisata dan budaya di Kabupaten Kerinci.
Baca juga: Kopi asal lereng Gunung Kerinci Jambi tembus pasar Malaysia
Baca juga: Kopi Kerinci dan Jangkat diekspor ke Belgia
Dalam kesempatan itu pemerintah bersama pihak terkait melepas ekspor kopi Kerinci ke Kanada sebanyak tujuh ton senilai Rp1,2 miliar, serta ke Malaysia dengan volume tujuh ton senilai Rp1,2 miliar untuk dua perusahaan (buyer).
Penguatan pasar global juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pengelola dan perdagangan dan perusahaan asal Amerika Serikat.
Kerja sama itu dalam bentuk pengiriman dua kontainer kopi yang dijadwalkan pada Oktober dan November 2026, dengan mencatat nilai ekspor mencapai Rp6,5 miliar.
Selain perluasan pasar, penguatan akses pembiayaan petani juga disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk usaha agroforestri kopi kelompok tani hutan dan kelompok usaha perhutanan sosial.
Badan layanan di bawah Kementerian Keuangan itu, rencananya akan menyalurkan bantuan untuk 100 petani binaan di Kerinci dan Bengkulu senilai Rp1,5 miliar.
"Nanti (BPLH) hingga 2027 menargetkan penyaluran Rp37,5 miliar," tutupnya.
Baca juga: Kementan alokasikan perluasan 500 ha areal kopi di Kerinci
Baca juga: Kopi Arabika Kerinci dilirik kedai kopi Starbucks
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.