Elephants

Pemprov Jabar menggembleng 1.280 lulusan SMA untuk tembus bursa kerja global - ANTARA News Jawa Barat

August 30, 2026

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menggembleng 1.280 lulusan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) dalam Program SMK Go Global untuk diserap langsung oleh bursa kerja internasional melalui pelatihan vokasi lintas kampus.

Para peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat tersebut disebar ke sejumlah lembaga dan perguruan tinggi, seperti BLK Kabupaten Garut, Universitas Indonesia (UI), UTB, UPI Bandung, STIKES Budi Luhur, hingga UKRI Bandung, untuk dibekali kemampuan teknis manufaktur, operasional produksi, keperawatan, serta penguasaan Bahasa Inggris, Korea, dan Jepang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman di Bandung, Minggu, mengatakan program besutan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui BP3MI Jabar ini menyasar pengurangan angka pengangguran secara ekstrem hingga mencapai zero unemployment bagi generasi muda pada tahun 2029.

"Ini skema kolaborasi yang keren, dimana kementerian yang terkait dengan perguruan tinggi, pemerintah dan perguruan tinggi berkolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita ikut di bursa kerja global melalui Program SMK Global," ujar Herman.

Herman menekankan agar pelatihan vokasi berdurasi dua bulan ini tidak sekadar menjadi formalitas penyerapan anggaran APBN atau gugur kewajiban pertanggungjawaban administratif semata.

"Harapannya bukan hanya formalitas pelatihan dua bulan, kemudian SPJ, karena ini anggarannya APBN. Tapi harus jelas output, outcome, benefit, impact," ujarnya.

Pemprov Jabar berkomitmen memperluas akses penyerapan kerja luar negeri ini ke seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, serta melibatkan jaringan 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, hingga 5.927 desa/kelurahan di provinsi itu.

Selain keterampilan teknis (hard skill), Herman meminta penyelenggara membentuk ketahanan mental dan pola pikir (mental model) para peserta agar siap menghadapi tekanan kerja keras di negara tujuan penempatan.

Melalui bekal pengalaman internasional dan penghasilan dari luar negeri, kata dia, alumni program ini diharapkan dapat membawa pulang modal finansial serta keahlian untuk bertransformasi menjadi wirausahawan mandiri saat kembali ke Tanah Air.

"Kalau di sana kariernya bagus, silakan. Kalau sudah punya tabungan, silakan kembali, jadi entrepreneur, jadi pengusaha di sini dengan modal yang memadai dan pengalaman kerja di luar negeri," kata Herman.

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.