Elephants

Pemotor Piting Pengendara Mobil Gara-gara Masalah Klakson, Kini Diburu Polisi

August 23, 2026

Jakarta -

Viral di media sosial ribut-ribut antara pengendara sepeda motor dengan pengendara mobil. Keributan itu diduga dipicu oleh bunyi klakson. Sampai-sampai pemotor memiting pengendara mobil.

Dikutip detikNews, peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/8) pukul 17.00 WIB di Jagakarta, Jakarta Selatan. Dari video yang beredar, tampak pemotor dan pemobil terlibat perselisihan. Pemotor tampak memiting leher pemobil hingga nyaris terjatuh ke semak-semak.

Rupanya penganiayaan terjadi karena urusan klakson. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, kasus itu sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Pengemudi mobil mengalami luka-luka usai dipukul dan dicekik berkali-kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak," kata Nurma seperti diberitakan detikNews.

Berdasarkan keterangan pengemudi mobil, perselisihan terjadi saat pemotor hendak menyalip. Pemobil kemudian membunyikan klakson hingga memicu kemarahan berujung terjadi perselisihan di antara mereka.

"Berawal selisih salah paham dalam berkendara. Di mana korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan memalangi mobil," jelasnya.

Kini, petugas kepolisian mengejar pengemudi sepeda motor yang dilaporkan oleh pengemudi tersebut. Polisi sudah mengantongi identitas kendaraannya.

"Lagi cari (pelaku). Untuk motor sudah kita dapat untuk identitasnya," katanya.

Tindakan Road Rage yang Bikin Rugi

Aksi yang dilakukan pengendara sepeda motor itu dapat dikategorikan sebagai road rage atau kekerasan di jalan. Ini bukan kali pertama road rage terjadi, sudah ada beberapa kejadian serupa yang dipicu bunyi klakson.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana pernah mengungkap aksi road rage ini tak akan bisa hilang di jalan. "Karena itu bagian dari ketidakmampuan sebagian dari mereka dalam me-manage emosi dan egonya," terang Sony beberapa waktu lalu.

Saat menghindari road rage, kata Sony, sebaiknya memilih untuk menghindar dan mengalah supaya jauh dari masalah. Pikirkan risiko buruk yang akan terjadi sebelum salah bertindak.

"Melayani mereka dengan asumsi jangka pendek dan panjang berubah menjadi seperti mereka," kata Sony.

Sementara itu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu pernah mengungkap beberapa pemicu road rage. Pertama, kesadaran aturan hukum dan tata tertib berlalu lintas di jalan yang lemah. Kedua, kesadaran empati yang lemah. Ketiga, penegakan hukum pasca kejadian kebanyakan kurang tegas.

(rgr/mhg)