Elephants

Pemkot Tanjungpinang tetapkan sejumlah produk unggulan untuk pasar nasional

August 22, 2026

Pemkot Tanjungpinang tetapkan sejumlah produk unggulan untuk pasar nasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 09:12 WIB

Image Print

Kelompok UMKM sambal gonggong membuka stan pada acara bazar UMKM peringatan HUT ke-81 RI di Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (17/8/2026). ANTARA/HO-Disdagin Tanjungpinang

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), telah menetapkan sejumlah produk unggulan UMKM daerah setempat untuk didorong masuk ke pasar atau go nasional.

"Tugas pemkot ialah mempromosikan dan memfasilitasi produk-produk lokal supaya bukan sekadar dijual di tingkat lokal, tetapi bisa tembus ke pasar nasional," kata Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah di Tanjungpinang, Jumat.

Menurut Lis, salah satu peluang yang disiapkan yakni pemasaran melalui jaringan ritel nasional, seperti Indomaret. Pemkot Tanjungpinang akan membahas standar produk yang dibutuhkan bersama agar produk UMKM daerah dapat memenuhi persyaratan untuk dipasarkan lebih luas.

Ia juga menyebut salah satu tantangan yang perlu dihadapi pelaku UMKM lokal adalah kemampuan produksi. Jika masuk pasar nasional, kebutuhan produk tidak lagi dalam jumlah ratusan kemasan, tetapi bisa mencapai ribuan.

“Kalau untuk nasional tidak mungkin hanya 100 atau 200 kemasan. Paling tidak 3.000 sampai 4.000 kemasan. Itu yang akan kita lihat, UMKM mana yang sudah bisa memproduksi secara massal," ujar dia.

Lanjut Lis, Pemkot Tanjungpinang memetakan pelaku UMKM yang mampu memenuhi kebutuhan produksi tersebut. Produk yang siap diarahkan guna mendapatkan pasar yang lebih luas.

"Harapan kita produk unggulan daerah yang telah diluncurkan dapat menjadi pintu bagi UMKM Tanjungpinang untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat nasional," ucap Lis.

Secara terpisah, pelaku UMKM sambal gonggong Tanjungpinang Nurdatul Mar’ah menyambut baik produksi hasil laut gonggong menjadi salah satu produk unggulan daerah yang dipersiapkan masuk pasar nasional.

Ia menyebut awalnya ia bersama sejumlah rekan yang tergabung dalam kelompok UMKM memang sudah memproduksi berbagai jenis sambal.

"Selama ini kami mandiri, kemudian ada pencanangan dari bapak wali kota untuk membuat makanan khas sebagai produk unggulan, maka dipilihlah sambal gonggong," kata Nurdatul.

Selain sambal gonggong, kelompoknya juga memproduksi sambal teri cabai hijau dan merah, sambal cumi, sambal ebi dan rebon, serta sambal cakalang. Seluruhnya merupakan olahan berbahan hasil laut.

Nurdatul berharap sambal gonggong semakin dikenal melalui promosi yang lebih luas, tak hanya dalam kegiatan pemerintah, tetapi juga dapat menjadi oleh-oleh bagi tamu dari luar daerah yang berkunjung ke Tanjungpinang.

"Alhamdulillah, salah satu isi bingkisan bagi tamu di upacara 17 Agustus adalah sambal kami. Jadi mungkin ke depannya kalau ada tamu dari luar, bisa membawa sambal ini sebagai oleh-oleh" ujarnya.

Ia menambahkan untuk pemasaran produk saat ini lebih banyak dijual secara online. Masyarakat yang ingin membeli dapat menghubungi pelaku UMKM melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang.

Pewarta : Ogen
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.