Elephants

Pemkot Tanjungpinang gelar GPM untuk jaga stabilitas harga pangan

August 21, 2026

Pemkot Tanjungpinang gelar GPM untuk jaga stabilitas harga pangan

Jumat, 21 Agustus 2026 13:09 WIB

Image Print

Warga berbelanja kebutuhan pokok melalui gerakan pangan murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menggelar gerakan pangan murah (GPM) dalam rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-81 RI sekaligus berguna untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM itu dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 20-21 Agustus 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Bintan Center.

"Selain membantu meringankan beban masyarakat, kita juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia melalui GPM pada HUT RI ini," kata Robert di Tanjungpinang, Jumat.

Ia menyampaikan sejumlah komoditas yang paling banyak diminati masyarakat dalam GPM yakni beras Stabilitas Pasokan dan HargPangan (SPHP), telur, cabai, gula pasir dan minyak goreng, dengan harga jual sekitar 10-15 persen di bawah harga pasar.

Dia menyebut jumlah komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan permintaan. Bulog sendiri menyediakan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng, sedang cabai merah yang dijual berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.

"Selama ini kita punya mitra yang sudah menjadi vendor, di antaranya Bulog, Sari Mart, Gerai Pangan, telur ras dan Adibapok," kata dia.

Robert menambahkan adanya GPM secara umum memperkuat ketahanan pangan dan harga pangan tidak memberikan pengaruh signifikan pada kenaikan inflasi pada bulan terakhir Juni-Juli 2026.

"Dari rilis BPS, yang cukup tinggi itu transportasi dan perhiasan, sementara bahan pokok masih stabil," ujarnya.

Sementara, salah seorang ibu rumah tangga Novi mengapresiasi GPM yang digelar Pemkot Tanjungpinang, karena harga kebutuhan pokok yang dijual lebih rendah dari harga di pasaran.

Novi berbelanja beras, telur, gula dan minyak goreng, dengan harga yang terjangkau. Harga telur di GPM sebesar Rp48 ribu per papan, sedangkan di swalayan sekitar Rp53 ribu per papan. Sementara harga beras dijual Rp58 ribu per lima kilogram, sedangkan di pasaran sekitar Rp61 ribu sampai Rp62 ribu per kilogram.

Novi mengaku mengetahui informasi GPM dari temannya yang membagikan informasi kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa kembali digelar dan informasinya bisa lebih luas.

"Kalau bisa ada lagi di awal bulan, pas baru gajian. Lumayan, bisa belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah," ucap Novi usai berbelanja di GPM.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.