Elephants

Pemkot Tanjungpinang bagikan masker gratis akibat kabut asap tebal

October 16, 2026

Pemkot Tanjungpinang bagikan masker gratis akibat kabut asap tebal

Jumat, 16 Oktober 2026 19:23 WIB

Image Print

Dinkes dan BPBD Tanjungpinang, Kepri, membagikan masker gratis kepada pengendara di perempatan Jalan Pamedan Ahmad Yani dampak kabut asap, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-Dinkes Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan masker gratis kepada pengguna jalan raya karena adanya kabut asap tebal kiriman dari luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam mengatakan pembagian masker tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan kabut asap.

"Hari ini, angka kualitas udara mencapai 191, masuk kategori tidak sehat dan mendekati kategori sangat tidak sehat," kata Rustam usai pembagian masker di perempatan Jalan Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Jumat.

Rustam menyebut pihaknya membagikan sekitar 50 kotak masker kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil hingga pejalan kaki.

Secara bersamaan, kata dia, petugas puskesmas juga membagikan masker di delapan titik lain, termasuk di persimpangan kilometer 7 dan kilometer 10.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak selama kualitas udara belum membaik. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan kabut asap.

"Pastikan menggunakan masker jika keluar rumah. Kami akan melihat perkembangan kualitas udara, jika diperlukan kampanye masker akan kembali dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tanjungpinang Muhammad Yamin menyampaikan pembagian masker bertujuan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

BPBD juga telah menyalurkan masker melalui sekolah, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, dan pramuka untuk diteruskan kepada masyarakat.

"Ini merupakan upaya antisipasi bersama terhadap risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap," ujar Yamin.

Dia pun mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, mengingat potensi kabut asap yang terbawa angin dari Kalimantan dan Sumatera masih mempengaruhi Pulau Bintan, termasuk Kota Tanjungpinang.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.