Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi murid dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas belajar di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Solok Lusya Adelina di Solok, Kamis, mengatakan pembelajaran secara daring diterapkan bagi murid mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) pada 10-12 September 2026 akibat kualitas udara yang tidak sehat karena kabut asap.
"Kami juga meminta bagi SMA dan SLB di Kota Solok," katanya.
Kebijakan tersebut diambil Dinas Pendidikan Kota Solok setelah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Solok terkait Indeks Kualitas Udara (IKU) di daerah itu sudah mencapai 150.
"Berdasarkan pemberitahuan Disperkim LH, kualitas udara di Kota Solok mencapai angka 150 yang berada pada kategori tidak sehat sehingga dinilai dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan peserta didik," ujar dia.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk sementara memindahkan aktivitas pembelajaran dari sekolah ke rumah melalui sistem daring.
"Untuk sementara kegiatan belajar dipindahkan ke rumah karena kondisi kualitas udara yang sudah tidak sehat," katanya.
Ia mengatakan kebijakan pembelajaran daring tersebut berlaku mulai 10 hingga 12 September 2026 dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara di Kota Solok.
Dinas Pendidikan Kota Solok akan terus memantau kondisi udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan kebijakan pembelajaran setelah periode tersebut.
Apabila kualitas udara memburuk, kata dia, pembelajaran daring berpotensi diperpanjang. Sebaliknya, apabila kondisi udara membaik dan dinilai aman bagi peserta didik, kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan.
Ia menjelaskan sebelumnya kabut asap juga telah menyelimuti Kota Solok, tetapi kondisinya belum separah saat ini sehingga kegiatan belajar mengajar masih dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan mewajibkan siswa menggunakan masker.
Namun, melihat kondisi kualitas udara yang saat ini mencapai kategori tidak sehat, pemerintah mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap terhadap peserta didik.
Ia berharap, kondisi kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas pendidikan di Kota Solok dapat kembali berjalan secara normal seperti sebelumnya.
Selain mengikuti pembelajaran dari rumah, ia mengimbau anak-anak tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar selama kondisi kualitas udara belum membaik.