Pemkot Palu laporkan 144 kebakaran lahan hingga September 2026
Sabtu, 12 September 2026 07:07 WIB
Ilustrasi- Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah. (ANTARA/HO-Kansar Palu)
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan 144 kejadian kebakaran lahan selama periode Januari hingga awal September 2026 di daerah tersebut.
“Dari total 322 insiden yang tercatat, kebakaran lahan menyumbang porsi terbesar yakni sebanyak 144 kejadian atau mencapai 44,7 persen,” kata Staf Ahli Wali Kota Palu Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Moh. Fahri di Palu, Jumat.
Dia menjelaskan tingginya angka kebakaran lahan menunjukkan bahwa persoalan keselamatan dari bahaya api tidak lagi berfokus pada kawasan permukiman semata, melainkan berkaitan erat dengan tata ruang lingkungan terbuka, pengelolaan sampah, dan perilaku masyarakat.
"Kebakaran lahan berdampak sistemik. Selain menimbulkan kerugian material, dampaknya meluas ke masalah kesehatan akibat asap, kerusakan vegetasi, hingga ancaman penjalaran api ke kawasan permukiman padat penduduk," katanya menegaskan.
Selain lahan, laporan statistik mencatat objek terdampak lainnya meliputi rumah atau gedung sebanyak 72 kejadian atau 22,4 persen, kategori lainnya 39 kejadian sebesar 12,1 persen, kabel sambungan rumah (SR) 32 kejadian atau 9,9 persen, sampah 26 kejadian atau 8,1 persen, dan tabung gas 9 kejadian atau 2,8 persen.
Dari aspek pemicu utama, faktor kelalaian manusia atau human error ditemukan sebagai penyebab paling dominan. Praktik pembakaran sampah di ruang terbuka, pembersihan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, serta pengawasan yang minim terhadap aktivitas penggunaan api di area terbuka menjadi penyebab utama maraknya kasus kebakaran lahan.
“Faktor pemicu lain yang berulang mencakup korsleting atau gangguan instalasi listrik pada bangunan, serta kebocoran selang maupun regulator kompor gas LPG di rumah tangga,” katanya.
Untuk menekan tingginya angka tersebut, dia mengatakan pentingnya menggalakkan Gerakan Pencegahan Pembakaran Terbuka secara terpadu. Pemerintah kota mengimbau warga untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah dan lahan secara sembarangan, serta aktif memeriksa kelaikan jaringan listrik di permukiman masing-masing demi meminimalkan potensi timbulnya titik api baru.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026