Elephants

Pemkot Palangka Raya perkuat layanan kesehatan bagi warga rentan saat kabut asap

October 16, 2026

Pemkot Palangka Raya perkuat layanan kesehatan bagi warga rentan saat kabut asap

Jumat, 16 Oktober 2026 19:25 WIB

Image Print

Pemkot Palangka Raya perkuat CKG bagi warga rentan saat kabut asap karhutla di Kelurahan Kalampangan. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Palangka Raya)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat di tengah dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercatat 10.240 kasus sejak Juni hingga awal Oktober 2026.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan memastikan potensi gangguan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis ini untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Pemeriksaan rutin sangat penting agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” katanya di Palangka Raya, Jumat.

Dia menerangkan, salah satu upaya tersebut dilakukan melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Kelurahan Kalampangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan deteksi dini penyakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.849 kasus pada Juni, meningkat menjadi 2.293 kasus pada Juli, dan mencapai 3.104 kasus pada Agustus. Pada September, jumlahnya sekitar 2.900 kasus, sedangkan pada awal Oktober tercatat tambahan 190 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya Riduan sebelumnya mengatakan kasus ISPA ditemukan pada hampir seluruh kelompok usia. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit penyerta membutuhkan perhatian khusus karena berisiko mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar asap.

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah kota juga menyediakan akses pelayanan medis dan pertolongan awal bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap menebal, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta segera memeriksakan diri jika mengalami batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas.

Zaini berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan.

Melalui pendekatan pelayanan yang lebih mudah dijangkau dan peningkatan kesadaran masyarakat, Pemkot Palangka Raya berupaya memperkuat perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berpotensi mengganggu kualitas udara.

Baca juga: DPRD Palangka Raya sebut Raperda Kelurahan Presisi untuk perkuat akurasi data pembangunan

Baca juga: DPRD Palangka Raya nilai kredit bunga 0 persen bantu UMKM bertahan di tengah kabut asap

Baca juga: DPRD Palangka Raya siapkan 13 raperda untuk Propemperda 2027

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.