Elephants

Pemkot Mataram menuntaskan sambungan gratis air bersih bagi 208 MBR

October 13, 2026

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  telah menuntaskan program sambungan gratis air bersih bagi 208 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Alhamdulillah, program sambungan gratis air bersih sebanyak 208 titik atau kepada 208 MBR tahun 2026, sudah tuntas kami kerjakan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Selasa.

Dalam pelaksanaan program tersebut pihaknya bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang dengan alokasi anggaran Rp371,2 juta atau satu MBR dialokasikan anggaran Rp1.785.000.

Setelah proses pemasangan selesai, mekanisme serah terima akan dilakukan bersama pihak PDAM Giri Menang yang kemudian akan mengambil alih pengelolaannya.

"Pengawasan lanjutan setelah pemasangan lebih berfokus pada tingkat kepatuhan warga dalam melakukan pembayaran," katanya.

Di sisi lain Lale menyebutkan dengan adanya program sambungan gratis air bersih yang dilaksanakan dari tahun ke tahun, cakupan air bersih atau persentase rumah tangga dengan akses air minum layak tahun 2025 sebesar 74,53 persen sesuai yang tercantum dalam laporan kinerja Dinas PUPR tahun 2025.

Sementara sisa dari 74,53 persen cakupan itu, menurutnya, masyarakat di Mataram masih menggunakan air non-PDAM seperti sumur dan sumur bor. Dalam hal itu pemerintah kota tidak bisa memaksa masyarakat untuk menggunakan air bersih dari PDAM.

"Kami tidak bisa paksakan, dan sia-sia kalau kami sudah pasang tapi akhirnya dicabut PDAM kembali karena tidak mampu bayar tagihan," katanya.

Oleh karena itulah, sasaran penerima bantuan sambungan gratis air bersih diberikan kepada MBR bukan hanya masyarakat miskin.

"Sebelum dilakukan sambungan gratis air bersih, MBR juga dipastikan bisa membayar tagihan setiap bulan yang besarannya sesuai dengan penggunaan masing-masing," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026