Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan koperasi sebagai upaya mendorong sektor tersebut semakin adaptif dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Kediri menilai keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi berbasis data yang dapat menjadi pijakan dalam pengembangan koperasi, termasuk dalam menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.
"Yang kami kejar bukan sekadar jumlah koperasi, tetapi kualitas koperasi yang sehat, profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat," kata Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha di Kediri, Selasa.
Gus Qowim --sapaan akrabnya itu, dalam sarasehan perkoperasian memperingati Hari Koperasi ke-79 di Auditorium Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri tersebut, menambahkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan insan koperasi penting.
Dengan itu, diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat tata kelola koperasi agar semakin profesional dan berdaya saing.
Selain itu, riset yang dilakukan perguruan tinggi dapat membantu memetakan berbagai persoalan yang dihadapi koperasi sekaligus merumuskan solusi yang lebih tepat, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan usaha.
Pemerintah Kota Kediri juga mendorong koperasi untuk tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jumlah anggota, tetapi mampu meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan model usaha yang relevan dengan kebutuhan anggotanya.
Ia mengharapkan peran perguruan tinggi mendukung proses transformasi tersebut melalui penelitian, pendampingan, serta pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh koperasi.
Ia mengatakan sejak awal berdiri, koperasi bukan hanya dipandang sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan semangat gotong royong.
Di tengah kondisi ekonomi global yang semakin kompetitif dan cenderung individualistis, menurut dia, nilai-nilai koperasi justru semakin relevan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri, saat ini terdapat 235 koperasi aktif. Jumlah tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, hal itu merupakan bagian dari proses penyehatan koperasi agar memiliki kelembagaan yang lebih sehat, tata kelola yang lebih baik, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, koperasi di Kota Kediri tersebut diharapkan semakin kuat sebagai salah satu pilar perekonomian masyarakat sekaligus mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan perekonomian daerah.
Pemerintah Kota Kediri berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk mendorong pengembangan koperasi yang lebih inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.
"Saya percaya apabila pemerintah, koperasi, pelaku UMKM, dunia pendidikan, perbankan, dan seluruh elemen masyarakat berjalan bersama, maka Kota Kediri akan memiliki fondasi ekonomi rakyat yang semakin kokoh," kata Gus Qowim.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.