Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi mengintegrasikan pengendalian banjir dengan pengembangan ruang publik dan penguatan usaha UMKM melalui penataan kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako, Kota Baru, Kota Jambi, Jambi.
Wali Kota Jambi Maulana didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha melakukan penanaman pohon perdana di kawasan tersebut, Selasa.
Maulana mengatakan penanaman pohon jenis tabebuya dan tanjung menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kawasan kolam retensi agar memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ia mengatakan kawasan tersebut akan dilengkapi lokasi lari (jogging track) sepanjang sekitar 1,4 kilometer.
Pembangunan lintasan saat ini telah mencapai sekitar 275 meter dan akan dilanjutkan hingga semua selesai.
Menurut dia, penanaman pohon dilakukan sejak awal agar pepohonan dapat tumbuh dan memberikan keteduhan bagi masyarakat yang berolahraga.
Pihaknya juga memasang penerangan secara bertahap untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan kawasan.
Ia menegaskan fungsi utama kolam retensi tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Sungai Asam yang akan menampung, dan mengendalikan aliran air sebelum dialirkan melalui saluran pembuangan menuju kawasan hilir.
Pemerintah kota setempat juga akan menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Penataan tersebut bertujuan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang tanpa mengganggu fungsi utama kawasan.
"Kami tata sejak awal dengan regulasi yang jelas agar ruang olahraga, ruang publik, penghijauan, ekonomi kreatif dan UMKM akan dibagi secara proporsional," katanya.
Pemkot Jambi menargetkan pengembangan potensi kawasan tersebut mulai 2027, termasuk konsep wisata air dan berbagai aktivitas publik.
Maulana berharap Telaga Kajang Lako menjadi kawasan yang tidak hanya membantu mengurangi risiko banjir, tetapi juga menciptakan ruang hijau, mendukung aktivitas olahraga dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.